Mantan Kabag Kesra Ditahan Kejari

(zuex / malang post)

(zuex / malang post)

Tersangka kasus kelebihan dana bantuan parpol tahun 2005, mantan Kepala Bagian Kesra Pemkot Batu, Heriani akhirnya ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu, Kamis (14/11) jam 14.05 WIB. Penahanan dilakukan setelah Heriani menjalani pemeriksaan pertama sebagai tersangka selama empat jam.
Sebelum dilakukan penahanan, situasi di Kejari Batu terlihat tegang. Beberapa petugas kepolisian tidak berseragam dari Polres Batu, sejak pagi sudah berada di Kejari Batu.

Jumlahnya semakin bertambah, sesaat Heriani akan dibawa ke LP wanita Sukun sebagai tahanan Kejari Batu. Suami Heriani, Bintoro yang datang ke Kejari sekitar jam 12.30 WIB, sempat emosi mengetahui istrinya akan ditahan dan dibawa ke lembaga pemasyarakatan. Informasi itu diketahui itu dari kuasa hukum Heriani, Wahab Adinegoro yang mendampingi Heriani selama proses pemeriksaan.

‘’Kalau mau ditahan, tunggu saya dulu,’’ teriak Bintoro sambil keluar dari gedung Kejari Batu sambil mengendarai mobil sedan warna merah miliknya.

Awalnya, Bintoro ingin menemui langsung istrinya yang tengah diperiksa di lantai II gedung Kejari Batu. Hanya saja, dia tidak dapat menemuinya karena masih dalam proses pemeriksaan tim penyidik. Dia hanya ditemui Wahab yang turun dari ruang pemeriksaan di ruang lobi Kejari.

Hingga Heriani dibawa keluar dari Kejari Batu, Bintoro tidak juga kunjung datang. Heriani dibawa ke Lapas bersama kuasa hukumnya, Wahab Adinegoro, menggunakan mobil operasional Kejari Batu Toyota Avanza hitam No. Pol L 1502 HP dengan kawalan ketat petugas.

Heriani yang saat ini menjabat Kabag TU Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup itu, terlihat syok dengan penahanannya. Matanya merah dan butiran air matanya masih terlihat jelas di kelompak matanya yang sembab.

Hampir semua jaksa penyidik yang menangani kasus kelebihan dana Banpol senilai Rp 155 juta ikut bersama mengawal Heriani ke LP. Sukun, termasuk Kasi Pidsus Dody Sukmono dan Kajari Batu, Warih Sadono. Dengan menggunakan dua mobil.

‘’Alasan yang digunakan Kejari Batu untuk menahan klien saya subyektif. Tidak ada alasan untuk menahan klien saya. Karena dia tidak mungkin akan mengulangi kesalahan yang sama, selama ini juga kooperatif,’’ ungkap Wahab.

Sebelumnya, tim penyidik kali kedua gagal memeriksa Heriani, karena belum didampingi kuasa hukumnya. Hingga akhirnya dia menunjuk Wahab sebagai pengacaranya.

Dalam pemeriksaanya, Heriani sempat mencokot nama Wali Kota Batu, (alm) Imam Kabul. Pencaiaran dana yang Banpol dilakukan atas perintah wali kota. Parpol mengajukan bantuan bukan kepada Kesra, tapi kepada wali kota dan wali kota pula yang memberikan persetujuan dan memerintahkan Kesra memberikan bantuan kepada parpol yang bersangkutan.

Awalnya, Heriani sempat mengingatkan wali kota setelah adanya PP. 29 tahun 2005 tentang bantuan dana bagi parpol. Tapi, wali kota tetap memintanya untuk dicairkan sesuai dengan Dokumen Anggaran Satuan Kerja (DASK).

‘’Pada Januari sampai 19 Juli 2005 belum ada PP. 29 tahun 2005 yang mengatur batasan banpol yang dapat diberikan. Baru setelah itu terbit PP. 29 dan klien saya sudah mengingatkan pada wali kota, tapi tetap diperintahkan untuk mencairkannya,’’ jelas Wahab.

Selain atas perintah wali kota, Heriani bukan sebagai pihak yang menyetujui pencaiaran dana banpol. Yang menyetujui pencaiaran dana itu penanggungjawab kegiatan di Kesra, Abdul Hanan, EM.
Sesuai hasil penelitian BPK, tahun 2005 ada kelebihan dana Bapol sebanyak Rp 155 juta. Partai yang mendapat kelebihan antara lain, Partai Demokrat dana sebanyak Rp 98 juta, Partai Golkar Rp 20 juta, PDIP Rp 30 juta, PAN sebanyak Rp 25 juta dan PDS Rp 10 juta, dan PPP sebesar Rp 2 juta.

Kelebihan dana itu telah dikembalikan kepada Kasda oleh pengurus Parpol sebanyak Rp 153 juta. Hanya PPP yang belum mengembalikan dana itu kepada Kasda sebesar Rp 2 juta. (aim/avi) (Muhaimin/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Batu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s