SD Harus Terapkan Sekolah Ramah Anak

sekolah-ramah
Pembelajaran Aktif Kreatif Menyenangkan (PAKEM) di tingkatan SD Kota Malang memasuki tahap kedua. Pada tahapan ini, salah satu goal adalah menjadi sekolah sebagai sekolah ramah anak (SRA). Karena itu, para guru SD wajib memahami tentang UU Perlindungan Anak dan juga Konvensi Hak Anak.

“Sekolah di tingkatan SD harus sudah menerapkan SRA. Sehingga tidak ada lagi berita ada guru yang memukul, mencubit dan melakukan kekerasan lainnya kepada siswa di sekolah,” ungkap Pengawas TK SD Kedungkandang, Yayuk Sri Rahayu kepada Malang Post.

Saat ini, kata dia SD Di Kota Malang baru memasuki PAKEM tahap satu. Ada pula beberapa gugus yang merupakan rintisan UNICEF kini sudah memasuki tahap kelima. Yaitu Gugus Sawojajar, dan gugus Mojolangu. Pakem Tahap empat sudah dilaksanakan di Gugus Dinoyo, dan Gugus Madyopuro. Sementara yang memasuki tahap ketiga adalah Gugus Arjowinangun, dan Gugus Lowokwaru.

Pakem tahap satu pada intinya merupakan awal pengenalan model pembelajaran saja. Dan pada tahap kedua ada review pelaksanaan PAKEM tahap satu baik menyangkut evaluasi, kendala hingga kelemahan yang ada. Materi pada tahap ini lebih diperluas khususnya pada tiap mata pelajaran.

Pelatihan Pakem tahap dua kemarin dilatihkan kepada sejumlah guru dan kepala sekolah di Kota Malang. Beberapa SD yang ditargetkan menjadi peserta adalah Gugus Bareng di Kecamatan Klojen, Gugus Pisang Candi dan Ciptomulyo di Kecamatan Sukun, dan Gugus Mergosono di Kecamatan Ciptomulyo.
“Targetnya setelah tahap keempat sekolah sudah menjadi MBS yang mandiri,” ungkap Suparjono, salah satu narasumber dan juga pengawas TK SD Kecamatan Kedungkandang.

Acara pelatihan Pakem kemarin dibuka langsung Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang Dr HM Shofwan SH MSi. Dalam sambutannya Shofwan menegaskan, keberhasilan pelaksanana PAKEM di sekolah bisa diukur dengan beberapa indikasi. Seperti angka kelulusan sekolah dalam Ujian Nasional (UN) yang mencapai 100 persen.

“Tahun depan saya tidak mengharapkan ada siswa SD yang tidak lulus UN, karena itu PAKEM ini harus terus digenjot,” tuturnya. (oci/lim) (Lailatul Rosida/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Malang, Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s