Tak Boleh Membentak di Sekolah

Pelatihan pembelajaran aktif, kreatif, efektif, menyenangkan dan inovatif (PAKEMI) terus digalakkan di Kota Malang. Beberapa gugus sekolah (kelompok beberapa sekolah dalam wilayah yang berdekatan) mulai menerapkan PAKEMI tahap 2. Dalam tahap ini, sekolah diarahkan kepada SRA alias sekolah ramah anak.

Sri “Yayuk” Rahayu, salah seorang trainer PAKEMI mengatakan, sekolah ramah anak adalah sekolah yang membuat siswa nyaman dan enjoy saat belajar. Tidak boleh ada lagi kekerasan kepada anak, baik fisik maupun psikis. Kekerasan psikis misalnya berupa bentakan-bentakan guru kepada siswa.

Kepada guru, akan disosialisasikan undang-undang perlindungan anak (UUPA). “Di tahap pertama, SRA hanya diberikan secara umum,” ungkap pengawas sekolah wilayah Kedungkandang ini saat memberikan materi PAKEMI di SDN Percobaan 2 Kota Malang, kemarin.

Suparjono, trainer PAKEMI lainnya menambahkan, dalam PAKEMI tahap 2 juga ada penjabaran terkait sumber belajar siswa berdasarkan mata pelajaran yang diterapkan. Ada pula latihan tentang pajangan kelas, mulai manfaat, jumlah dan fungsinya. Semuanya dikaitkan dengan mapel. “Media pembelajaran juga kami jabarkan, sesuai dengan mata pelajaran yang diberikan guru,” katanya.

Bagaimana dengan penilaiannya? Suparjono mengatakan para guru diarahkan untuk menggunakan sistem penilaian KKM (kriteria ketuntasan minimal). Sehingga indikator penilaian pencapaian belajar lebih jelas. (yos/lia/radarmalang)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s