Ketua DPRD Jadi Penjamin Heriani

(dok. malang post)

(dok. malang post)

Kondisi Heriani, tersangka kasus kelebihan dana Parpol tahun 2005 sebesar Rp 155 juta yang ditahan di LP Wanita Sukun sejak Kamis siang kemarin, terlihat shock berat. Kondisi kesehatannya juga drop dan sempat mendapat pemeriksaan kesehatan dari dokter LP, kemarin pagi.

Menurut Kepala Keamanan LP Kelas II A Sukun Malang, Nunuk Hari Mardiyati, Heriani ditempatkan di blok khusus tahanan, tidak dicampur dengan narapidana lainnya. Dia juga sudah mengenakan kaos tahanan berwarna biru muda yang dipakainya sejak masuk LP. Kondisinya masih terlihat shock dan lebih banyak diam, tidak banyak bicara.

‘’Dia memang terlihat tidak siap bakal harus masuk tahanan. Karena itu dia masih shock dan lebih banyak diam. Pagi tadi (kemarin, Red.) dokter juga sudah memeriksa kesehatannya,’’ kata Nunuk kepada Malang Post, kemarin.

Petugas juga berusaha untuk membantu memulihkan mental dan psikis Heriani yang masih shock. Agar dapat tabah menjalani semuanya dan menyerahkan diri kepada Allah SWT. Benar dan salahnya akan dibuktikan di persidangan nantinya.

Karena masih berstatus tahanan titipan Kejari Batu, petugas masih mengenakan azas praduga tidak bersalah kepadanya. Karena itu, Heriani tidak dicampurkan dengan narapidana lainnya, tapi bersama tahanan lainnya.

‘’Yang kami lakukan tidak hanya menjaga mereka saja, tapi juga membina agar mereka dapat semangat hidup meski berada di LP. Pendekatan psikologis juga akan kami lakukan kepada Heriani yang masih terlihat shock,’’ ungkapnya.

Kondisi kesehatan yang ngedrop juga dibenarkan putra pertama Heriani, Dedi Heriyanto setelah mengunjungi ibunya di LP. Sejak beberapa lalu, mantan Kabag Kesra mengalami penyakit seperti vertigo dan migrain di bagian kepala. Sebelum masuk tahanan, Heriani masih menjalani terapi yang dilakukan dokter.

Saat berada di LP, penyakitnya itu terasa kembali dan sangat memprihatinkan keluarga besarnya. Karena tidak hanya penyakitnya saja yang dirasa, ibu lima orang anak itu juga masih sangat shock dengan penahahan di LP yang dilakoninya.

‘’Kami takut kalau terjadi apa-apa dengan Mama di LP. Karena kondisinya sangat drop. Penyakitnya sempat kumat kembali, padahal saat ini masih menjalani terapi,’’ terang Dedi Heriyanto.

Saat ditemui keluarganya, Heriani hanya menangis dan belum bisa menerima kenyataan yang dihadapinya. Begitu juga dengan keluarganya. ‘’Mama hanya menangis saja dan bertanya-tanya apa kesalahan yang diperbuatnya hingga harus ditahan,’’ ujarnya.

Sementara itu, kemarin secara resmi kuasa hukum Heriani, A. Wahab Adinegoro mengajukan permohonan penangguhan kepada Kejari Batu.

Dalam surat permohonan penangguhan itu, Wahab juga melampirkan surat jaminan dari beberapa pihak yang akan menjamin Heriani untuk keluar dari LP. Diantaranya dari Plt. Sekda Kota Batu, Sundjojo, Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Hidayat Murtadho dan Ketua DPRD Kota Batu, Mashuri Abdul Rochim.

Surat permohonan penangguhan itu disampaikan Wahab kepada Kasub Pembinaan Kejari Batu, Hademan, SH sekitar jam 09.00 WIB. Saat itu, Kajari Batu, Warih Sadono dan Kasi Pidsus Dody Sukmono tidak berada di kantor.

‘’Kami berharap Kejari Batu dapat segera mengabulkan penangguhan klien kami. Karena sudah ada penjamin dari beberapa pejabat yang ada di Pemkot Batu dan DPRD Kota Batu,’’ ujar Wahab.
Terpisah, Sundjojo menjelaskan, ditahannya Heriani dapat mengganggu perjalanan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Kota Batu.

Di Dinas KLH, dia menjabat sebagai Kabag TU. Sundjojo yakin, Heriani tidak akan mungkin melarikan diri. Karena tugas-tugasnya sebagai Kabag TU di Dinas KLH cukup menyita waktunya. Dia berharap Heriani dapat segera ditangguhan penahannya dan dapat bekerja sebagaimana mestinya.

‘’Sebagai pimpinan, kami juga harus bertanggungjawab terhadap anak buah. Ibarat bapak yang melihat anaknya kesulitan. Sepanjang masih dalam koridor konstitusional akan di back-up,’’ tegasnya.

Kasi Pidsus Kejari Batu, Dody Sukmono mengaku telah mengetahui adanya pengajuan surat penahanan dari kuasa hukum Heriani. Hanya saja, dia tidak dapat mengambil kebijakan diterima atau ditolaknya permohonan penangguhan itu. ‘’Itu kebijakan pimpinan. Sebagai staf kami akan mematuhi kebijakan dari pimpinan,’’ tandasnya. (aim/avi) (Muhaimin/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Batu, Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s