17 Digaruk, Razia Preman Singosari

premanisme-mabukDi wilayah hukum Kabupaten Malang, razia premanisme semakin getol dilakukan. Kamis malam lalu, Polsek Singosari berhasil menjaring sedikitnya 10 preman. Tidak hanya itu, ratusan botol miras beragam merk pun disita polisi. Sementara Polsek Kepanjen berhasil menjaring tujuh ABG, satu diantaranya seorang cewek. Operasi yang dilakukan kemarin itu dilakukan di Pasar dan perempatan Kepanjen.

“Operasi yang dilakukan ini merupakan langkah meminimalisir tingkat kejahatan. Makanya, selain operasi premanisme, juga sekaligus penjual miras. Hasilnya, operasi yang dilakukan anggota tidak sia-sia,” kata Kapolsek Singosari, AKP Indro Susetiyo, SH.

Dalam razia kemarin, kali pertama yang dijadikan sasaran adalah wilayah Pasar Singosari. Selanjutnya bagian belakang yakni sub terminal, juga dilakukan penyisiran. Hasilnya, lima orang yang diketahui tengah mabuk-mabukan, berhasil tertangkap tangan. Mereka pun, kemudian diamankan petugas ke Mapolsek berikut barang bukti dua botol miras dan sebotol sprit.

Kelima orang tersebut, masing-masing Wiyono, 34 tahun, M Slamet, 39 tahun, Sugi Hartono, 39 tahun, dan Habibie Juhari, 41 tahun, keempatnya warga Kelurahan Pagentan serta Yoserizal, 48 tahun warga Desa Watugede, Singosari.

“Kelimanya didapati sedang mabuk-mabukan. Setelah diperiksa kelimanya juga tidak membawa barang terlarang seperti sajam, seketika itu dilakukan pembinaan di polsek,” tambah Indro.

Operasi sendiri, kemudian dilanjutkan ke arah stasiun KA Singosari. Hasilnya, lima ABG diamankan petugas karena sedang duduk-duduk tanpa maksud dan tujuan yang jelas. Dari kelimanya, juga diamankan gitar. Kelimanya masing-masing Edi Sugiarto, 18 tahun, Budiarto, 16 tahun, Aga Pratama, 18 tahun, Solikan, 16 tahun dan Angga Firmansyah, 19 tahun. Semuanya warga Kecamatan Blimbing.
“Kami hanya duduk-duduk. Kami juga tidak minum. Tapi hanya nongkrong saja,” kata salah satu dari kelima ABG yang kemudian dibawa dengan menggunakan kendaraan patroli itu.

Meski telah berhasil mengamankan 10 orang, operasi sendiri terus berlanjut. Adalah toko miras milik Novi, 50 tahun warga Jalan Perusahaan, Karanglo, Singosari, yang dirazia. Hasilnya, puluhan miras berhasil disita dari toko itu. Razia sendiri kemudian dilanjutkan ke Desa Banjararum. Di sini petugas berhasil menyita puluhan miras serupa dari toko milik Basuki, 40 tahun warga Jalan Kademangan.

Dalam razia itu, petugas sempat kecewa. Karena toko yang menjadi target razia di Desa Dengkol tutup. Dari situlah, razia dilanjutkan ke wilayah Kelurahan Losari. Hasilnya, kembali sejumlah miras berhasil disita dari toko milik Gofar, 43 tahun. (Redaksi/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Kabupaten Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s