Dirjen PMPTK Imbau Pemda tak Terima CPNS Lulusan D2

Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik Tenaga Kependidikan (PMPTK) Depdiknas Baedhowi kembali mengingatkan pemda untuk tidak merekrut CPNS guru lulusan D-2 (diploma dua). Imbauan itu disampaikan lagi karena masih banyak pemda, termasuk pemda se-Malang Raya, yang membuka formasi guru untuk lulusan D-2 kependidikan.

Kepada Radar kemarin, Baedhowi mengajak agar pemda juga mengedepankan peningkatan mutu pendidik. Peningkatan mutu pendidik itu didahului dengan rekrutmen awal, yakni guru minimal lulusan S-1. Amanat kualifikasi guru minimal lulusan sarjana juga tercantum dalam Undang-Undang Sisdiknas (Sistem Pendidikan Nasional). “Kami pernah menegaskan bahwa untuk guru minimal sarjana. Kecuali untuk daerah terpencil atau tertinggal, lulusan D-2 boleh,” ungkap dia.

Menurut Baedhowi, pihaknya tidak merekomendasikan penurunan kualifikasi untuk pendidik di daerah-daerah yang telah maju dan berkembang. Untuk mengisi formasi guru, Depdiknas memilih perubahan kualifikasi ke samping. Artinya, kalau sarjana kependidikan tidak banyak tersedia, boleh membuka kualifikasi untuk sarjana non-kependidikan.

Untuk lulusan sarjana non-kependidikan yang diterima pun, kualifikasi akademiknya tidak terlalu jauh dari bidang keilmuan yang diajarkan di sekolah. Misalnya S-1 MIPA untuk pelajaran IPA, S-1 bahasa Inggris, S-1 ekonomi, atau S-1 PPKn. “Jangan untuk lowongan guru SD, ngambilnya S-1 teknik mesin. Terlalu jauh,” ujar Baedhowi.

Bagi lulusan S-1 non-kependidikan, setelah diterima CPNS, mereka diwajibkan untuk menempuh pendidikan profesi guru. Untuk guru SD minimal enam bulan atau satu semester. Sedangkan untuk guru SMP atau SMA minimal setahun.

Khusus untuk daerah terpencil, lulusan D-2 masih diperbolehkan untuk diangkat atau diterima menjadi CPNS. Syaratnya, calon harus sedang menempuh S-1 minimal berjalan dua semester. “Nggak bisa kalau belum sampai dua semester. Apalagi baru mau daftar,” ucap pejabat ramah ini.

Menurut dia, guru harus profesional. Karena itu, Depdiknas tidak mau menurunkan kualifikasi dari S-1 menjadi D-2. Yang dipilih Depdiknas adalah alternatif ke samping. Yakni tetap S-1, namun boleh non-kependidikan. “Pemegang D-2 harus sekolah lagi S-1 kalau ingin diterima sebagai CPNS,” sarannya.

Bagaimana kalau pemda nekat? Baedhowi mengatakan, Depdiknas tidak bisa serta merta melarang. Sebab, daerah punya otonomi. Tetapi, daerah akan menanggung sendiri konsekuensinya kalau nantinya muncul masalah. “Kami hanya mengajak. Kalau masih tidak mau, komitmen peningkatan mutu guru yang patut dipertanyakan,” tandasnya.

Lima Formasi Nihil Pendaftar

Meski ribuan pelamar CPNS telah mendaftar ke BKD Pemkot Malang, ternyata ada lima formasi yang sepi peminat. Sejak pendaftaran CPNS dibuka 13 November lalu hingga hari kedua Jumat (14/11), tidak ada satu pun pelamar yang memilih lima formasi itu.

Lima formasi CPNS itu adalah D-III perawat anestesi (satu kursi); D-III radiologi (satu kursi); dokter spesialis anak (satu kursi); D-III DLLAJ perencanaan transportasi darat (satu kursi); serta D-III DLLAJ perekayasaan lalu lintas jalan (satu kursi).

Plt Kabid Perencanaan dan Pembinaan BKD M. Sulthon mengatakan, apabila tidak ada pelamar untuk kelima formasi CPNS itu hingga penutupan pendaftaran, keinginan pemkot menambah lima pegawai di lima formasim tersebut harus menunggu tahun depan. Sebab, formasi itu tidak bisa digantikan.

Kepala BKD Pemkot Malang Burhanudin menambahkan, hingga hari kedua pendaftaran, jumlah pelamar sudah menembus 2.090 orang. Namun, dari jumlah tersebut, BKD hanya menerima pemberkasan 1.567 pelamar. Sisanya ditolak. Sedangkan, hasil pendaftaran pada hari ketiga kemarin belum bisa diakses sampai berita ini ditulis. “Formasi CPNS yang sepi peminat karena di Malang jarang membuka jurusan tersebut. Seperti meterologi dan DLLAJ adanya di Bandung dan Jakarta,” kata dia kemarin.

Soal banyaknya berkas yang ditolak, dia mengatakan karena tidak memenuhi syarat administrasi yang telah ditentukan. Rata-rata berkas yang ditolak disebabkan umur pelamar tidak sesuai dengan ketentuan PP 11/2002 tentang perubahan atas PP Nomor 98/2000 tentang pengadaan PNS. Dalam aturan itu, umur pelamar umum murni tidak lebih dari 35 tahun. Sedangkan pelamar GTT/PTT pengabdian tidak lebih dari 40 tahun dan harus mencantumkan SK pengabdian minimal 5 tahun. Namun, banyak pelamar yang melebihi batasan umur tersebut sehingga berkasnya dikembalikan. Selain itu, beberapa berkas pelamar dikembalikan karena terkendala IPK (indeks prestasi komulatif) minimal 2,50.

Sampai saat ini, formasi CPNS yang paling banyak diminati adalah S-1 akuntansi dengan jumlah pelamar 222 orang. Angka itu diperkirakan terus naik karena pendaftaran ditutup 20 November. Padahal, alokasi CPNS untuk penata laporan keuangan dan auditor itu hanya 16 kursi.

Di Kabupaten, 14 Ribu Formulir Terjual

Sebanyak 14 ribu formulir CPNS Kabupaten Malang telah terjual. Namun, dari jumlah tersebut hanya 2 ribu lamaran yang dikembalikan. Bahkan, kemarin di Kantor Pos Kepanjen formulir kemarin sempat kosong. Sejumlah pendaftar yang hendak membeli terpaksa harus gigit jari. “Ke kantor pos kota saja Mas,” ujar pegawai di Kantor Pos Kepanjen

Manager Marketing Kantor Pos Malang Imam Syafi’i menyampaikan, memang di beberapa kantor pos sempat kehabisan. Karena kiriman dari Pemkab Malang sebanyak 12 ribu sudah habis. “Sudah ada tambahan 2 ribu lagi, tapi kelihatannya masih kurang,” ujarnya.

Menurut dia, untuk beberapa kantor pos di daerah yang kehabisan langsung dikirimi dari kantor pos terdekat atau dari pemkab. Dengan demikian, Senin besok masyarakat sudah bisa mendapatkan formulir di seluruh kantor pos yang ditunjuk melayani pendaftaran CPNS. “Mereka tidak perlu lagi berbondong-bondong ke kantor pos pusat,” terangnya.

Namun, dia mempredikasi mulai Senin nanti pengambil formulir akan mengalami lonjakan. Untuk itu berbagai persiapan juga terus dilakukan. “Kami selalu berkoordinasi dengan BKD (badan kepegawaian daerah),” terangnya.

Di lapangan, dari pantauran Radar ada beberapa pendaftar CPNS Kabupaten Malang yang mempersoalkan sedikitnya kolom isian pada kertas komputer. Akibatnya tidak bisa semua data masuk dalam kotak. Terutama terkait penulisan nama dan alamat.

Menanggapi soal ini, Kepala BKD Kabupaten Malang Tulus Hariyanto mengatakan, jika memang kolomnya tidak cukup, bisa disingkat. Menurut dia, pendaftar tidak perlu khawatir datanya tidak terbaca. Karena, pendataan tidak hanya lewat kertas komputer, tetapi juga lembaran manual. “Tidak usah bingung, kalau tidak cukup disingkat saja,” tegas Tulus. Karena, panitia nanti akan mengecek data itu, baik yang manual maupun komputer.

Ditanya soal jumlah formulir, pantia menyediakan jumlah yang cukup. Dipastikan formulir tetap tersedia hingga waktu pendaftaran berakhir. Menurut dia, tahun lalu pendaftar di Kabupaten Malang mencapai 17 ribu. Sedangkan tahun ini panitia menyediakan formulir hingga 20 ribu. Hingga kemarin secara umum proses pendaftaran berjalan lancar. Tidak ditemukan kendala serius, termasuk tidak ada yang protes ke panitia.

Di Batu, Terjual 850 Formulir

Sedangkan pendaftaran CPNS di Pemkot Batu tampaknya memang sedang ditunggu-ditunggu masyarakat. Begitu pendaftaran penerimaan CPNS dengan formasi sebanyak 302 orang dibuka, formulir pendaftaran yang dijual Rp 13 ribu itupun langsung diserbu.

Seperti halnya terlihat di Kantor Pos Cabang Batu sepanjang seharian kemarin. Para peminat CPNS langsung menyerbu pendaftaran yang dibuka sejak pukul 08.00. Bahkan, karena saking banyaknya pembeli formulir, petugas akhirnya menambah jam kerja hingga pukul 15.00. Padahal, setiap Sabtu tutup pukul 14.00.

Dari 4 ribu lembar formulir yang disediakan Kantor Pos Cabang Batu, kemarin sudah terjual 850 lembar. Dari jumlah formulir yang terjual, sebanyak 156 lembar formulir sudah dikembalikan. “Daripada bolak-balik, saya isi sekalian saja. Sudah saya persiapkan semuanya kok,” kata Susiati, salah satu pendaftar CPNS di Kota Batu itu.

Susiati mengaku sudah mempersiapkan semua keperluan pendaftaran CPNS, karena memang sudah menunggu-nunggu kesempatan itu. Bahkan, dia juga mengaku sudah izin tidak masuk kerja.

Dwi Sudarsono, kepala Kantor Pos Cabang Batu mengatakan bahwa peminat CPNS di Kota Batu sangat banyak. Sepanjang hari kemarin dia kewalahan melayani pembeli. Beruntung, sebelum pembukaan pendaftaran, pihaknya sudah meminta bantuan tambahan tenaga dari Kantor Pos Besar Malang. “Kami memang sudah mempersiapkannya jauh-jauh hari dan semuanya berjalan lancar,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa pihaknya memang bekerja ekstra pada hari pertama pembukaan pendaftaran CPNS. Bahkan, pihaknya juga sudah menyediakan alat pengeras suara. Karena, selain banyaknya peminat, sebagian ada yang keliru membeli formulir CPNS di loket daerah lain. Sehingga harus memberitahu kepada para pendaftar. (gus/lid/yak/ziz/yn/radarmalang)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Batu, Kabupaten Malang, Malang, Malang Raya, Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s