Disbudpar Siap Ambil Alih PD Jasa Yasa

Rahmad Hermawan

Rahmad Hermawan

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Kabupaten Malang siap mengambil alih aset wisata yang dikelola Perusahaan Daerah Jasa Yasa(PDJY). Proses ambil alih bisa dilakukan setelah melihat PDJY kurang optimal dalam mengelola aset wisata di Kabupaten Malang. Pasalnya, PDJY dinilai tidak bisa melakukan efisiensi terhadap operasionalnya.

Seperti diberitakan kemarin Wakil Bupati Rendra Kresna mengaku kecewa dengan kinerja PD Jasa Yasa yang memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) kecil.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkab Malang Purnadi selaku pengawas PDJY menyatakan likuidasi PDJY amat mungkin dilakukan. Pasalnya, selaku pengawas dia telah berulang kali merekom agar PDJY melakukan pembenahan ke dalam. Dikarenakan, selama beroperasi terlalu banyak pengeluaran dalam biaya operasional ketimbang pemasukan.

“Contoh Pengelolaan Songgoriti (Resor), pemasukan setiap tahun Rp 1,5 Miliar, tapi hanya disetor Rp 50 Juta, sisanya sebesar Rp 1,450 Miliar habis untuk biaya operasional,” ujar Purnadi ditemui di Kantor Sekretariat Daerah Pemkab Malang kemarin.

Kata Purnadi, pengambil alihan pengelolaan aset wisata oleh PDJY dilakukan dalam rangka penyehatan. Pembubaran maupun likuidasi aset PDJY menurut Purnadi harus melalui tahapan dan pembenahan manajemen terlebih dahulu.

Sementara itu secara terpisah, Direktur Utama PDJY Rahmat Hermawan hanya bisa pasrah dengan keputusan Pemkab Malang. Rahmat menegaskan bahwa pengelola telah berupaya secara maksimal dalam mengembangkan wisata Pemkab Malang. Menurut dia, kondisi tempat wisata yang dikelola PDJY memang hancur-hancuran.

“Kalau owner (Pemkab Malang) berpendapat begitu mau gimana lagi, yang jelas kita sudah berusaha maksimal dengan kondisi lokasi begitu-begitu saja. Mau digeber maksimal berat,” ujarnya ditemui Malang Post dikantornya.

PDJY melakukan upaya peningkatan aset wisata tersebut melalui pembangunan sarana prasarana baru. Semisal, saat ini Resor Songgoriti dilengkapi degan pemandian air hangat, Jacuzzi, resto kolam apung dan sebagainya. PDJY juga selalu tertib membayar pajak serta memberikan pemasukan sesuai target, sebesar Rp 125 Juta.

“Aset ini kita kelola sejak tahun 1973, terdiri dari pemandian Songgoriti, Dewi Sri, Sumber Waras, Metro, Pantai Balekambang, Ngliyep, Apotik dan Percetakan serta Taman burung Jeru (tak beroperasi). Terus terang sarana belum layak jual, sudah laku cukup luar biasa,” pungkasnya.

Setiap tahun, PDJY mampu menyetor Rp 4 Miliar, namun sekitar 80 persen dihabiskan untuk operasionalisasi. PDJY mempunyai 165 karyawan, anggaran juga sempat habis untuk memPHK 20 pegawai di Songgoriti, per orang mendapat pesangon Rp 25 Juta.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang Purnomo Anwar menolak tegas rencana pengambilalihan aset wisata oleh Pemkab.

“Apa kalau diambil alih sudah pasti bakal lebih baik, panggil saja Dirut PDJY mintai kesanggupan mengelola dengan syarat tertentu,” tegasnya kepada Malang Post di Gedung DPRD Kepanjen, kemarin.(ary/eno) (Ary Wicaksono/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Kabupaten Malang, Pariwisata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s