Harga Bahan Baku Impor Turun Ikuti Minyak

Dampak menurunnya minyak mentah dunia mulai dirasakan para pelaku usaha. Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Thomas Darmawan mengungkapkan beban produksi berupa biaya kini bisa sedikit lebih dipangkas. ’’Misalnya pengeluaran untuk pembelian harga bahan baku seperti terigu impor yang turun 1 sampai 3 persen, di bulan September,’’ terangnya kemarin (14/11).

Menurutnya turunnya harga bahan baku termasuk kedelai selalu bertahap. Pihaknya meyakini penurunan harga komoditi impor karena ongkos angkut makin ringan. Namun, Thomas mengaku belum mampu untuk menurunkan harga jual produk makanan dan minuman ini karena harga bahan kebutuhan produksi lain masih tinggi telebih karena nilai rupiah.yang masih terpuruk terhadap dollar Amerika. ’’Kami yakin jika kondisi bisa terus seperti ini harganya bisa turun sampai sekitar 10 persen,’’ terangnya.

’’Memang komposisi bahan baku yang diperoleh dengan impor tak begitu banyak, jumlahnya hanya 10 persen. Namun, hal itu juga sangat berpengaruh terhadap kenaikan ongkos produkasi,’’ terangnya.

Belum lagi ada rencana pemerintah mencabut insentif pajak pertambahan nilai (PPN) tepung terigu dan gandum sebesar 10 persen. Dia berharap agar pemerintah tak terlalu terburu-buru melakukannya. Ini agar para pengusaha bersiap, selain itu, juga untuk menunggu harga-harga bahan baku terus turun. ’’Yang sangat signifikan adalah penurunan harga minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) sampai 50 persen,’’ terangnya.

Selain itu, juga ada penurunan BBM untuk industri dari Rp11.300 menjadi Rp6.600 ditambah PPN. Namun, sayang, lanjutnya, penuruanan harga premium di awal Desember nanti, menurutnya juga tak akan membantu banyak. Ini karena sebagian besar alat angkut dari perusahaan makanan dan minuman menggunakan bahan bakar solar. ’’Kami berharap juga pemerintah mau menurunkan harga solar bersubsidi,’’ tuturnya.

Karena lemahnya nilai tukar rupiah, kini para pengusaha makanan dan minuman menerapkan strategi impor. Mereka memilih banyak mengimpor barang baku seperti gandum, susu sapi bubuk, daging sapi, dan raw sugar dari Australia. ’’Ini banyak menolong karena nilai dollar Australa bisa terdepresiasi sampai 20 persen,’’ ujarnya.(jpnn/han) (JPNN)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s