Pendirian tower XL milik PT Indo Nusa Didemo Warga

Warga menguruk galian pondasi sebagai bentuk protes

Warga warga Kampung Kemulan RT 05/RW 03, Kelurahan Mulyorejo menguruk galian pondasi sebagai bentuk protes


Pendirian tower XL milik PT Indo Nusa, di Dusun Kemulan, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kamis (13/11) malam lalu mendapat protes dari puluhan warga sekitar. Aksi protes itu dilakukan karena warga kecewa tidak dimintai izin oleh pihak PT Indo Nusa. Baik izin secara tertulis ataupun lisan.

Sayangnya, aksi protes yang dilakukan warga tengah malam tersebut, tidak mendapat respon dari pihak PT Indo Nusa. Para pekerja ataupun mandor proyek, yang malam itu bersiap akan bekerja memilih kabur dan bersembunyi.

Padahal malam itu sedianya akan dilakukan pengecoran pondasi tower. Dan karena merasa tidak mendapat sambutan baik, warga yang sudah terlanjur emosi, langsung mengurug galian dengan tanah, bambu serta pohon pisang.

“Aksi protes kami ini buntut dari teguran kami siang harinya yang sama sekali tidak ditanggapi oleh pihak PT Indo Nusa. Dan karena malam ini (Kamis malam, red) adalah waktu pengecoran pondasi, maka kami (warga, red) berkumpul untuk menghalau pengerjaan itu,” terang Nyoto, warga sekitar.

Diterangkan Nyoto, untuk pendirian tower setinggi kurang lebih 62 meter, itu sebenarnya pihak PT Indo Nusa, memang sudah meminta izin kepada warga sekitar. Namun, hanya beberapa warga RT01 dan RT03 RW03, dengan kompensasi Rp 300 ribu untuk tiap KK.

Sedangkan untuk warga RT05 RW03, sendiri yang justru berdekatan dengan pendirian tower itu, sama sekali tidak dimintai izin. “Sebetulnya kami tidak mempermasalahkan pendirian tower itu. Hanya, minta izinlah sebagai tamu. Saya sebagai warga asli sini jelas tidak terima, kalau tanpa izin warga langsung didirikan tower,” ujar Nyoto, warga RT05 RW03 ini.

Sementara, Jari, selaku ketua RT01 RW03, dikonfirmasi menyatakan kalau izin pendirian tower ke warga itu memang ada. Hanya, sekitar 6 orang saja. Sedangkan izin kepada warga lainnya yang jaraknya berdekatan dengan pendirian tower itu memang tidak ada.

“Permintaan izin tersebut dilakukan oleh pihak PT Indo Nusa, yang diwakili pelaksana pembangunan Wayan, dan mandor proyek Sutrisno, sekitar tiga bulan lalu. Dan untuk pengerjaannya baru sekitar sebulan ini,” terang Jari.

Lalu, untuk izin mendirikan bangunan (IMB) sendiri, Jari, menegaskan kalau pihak PT Indo Nusa memang belum mengantonginya. “Kalau untuk IMB, setelah saya selidiki katanya belum ada. Dan masih dalam proses pembuatan,” lanjut Jari.

Sementara, aksi protes yang dilakukan warga sendiri baru berhenti, setelah petugas dari Polsekta Sukun, datang untuk mengamankan kondisi. Dan setelah melalui berdebatan alot dengan polisi, akhirnya warga memilih untuk mengakhiri aksinya.(agp) (Agung Priyo/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s