Penyerbuan SMA Ardjuna Berawal Selisih Paham?

Informasi yang berkembang, penyerangan delapan preman itu berawal perselisihan antara Hendry, dengan salah seorang pelajar kelas X SMEA Ardjuna Malang, yang berinisial Mt, warga Singosari.

‘’Kemungkinan dari perselisihan sekitar dua pekan lalu itulah, Mt kemudian mengajak delapan temannya itu menyerang Hendry,’’ ujar teman Hendry yang keberatan namanya dikorankan, kepada Malang Post.

Lantas, apa permasalahan sebenarnya? Dikatakan sumber tersebut, perselisihan itu berawal dari saling pandang antara Hendry dengan Mt saat berada di sekolah. Mungkin karena lepas kontrol, Hendry lantas memukul Mt, sewaktu pulang sekolah.

Hendry sendiri saat dimintai keterangan pasca kejadian membenarkan adanya perselisihan antara dirinya dengan Mt. Hanya, dirinya mengaku tidak tahu kalau bakal diserang delapan orang preman secara tiba-tiba.

‘’Saya kira mereka itu adalah salah sasaran dengan memukuli saya. Namun, setelah melihat Mt, berada diantara delapan orang preman itu dan satu diantara mereka mengaku sebagai kakak Mt, akhirnya saya baru mengerti bahwa Mt, balas dendam dengan mengajak teman-temannya,’’ terang Hendry.

Menindaklanjuti penyerbuan preman ke sekolah SMA Ardjuna, petugas Polsekta Blimbing, langsung melakukan penyisiran di sekitar SMA Ardjuna Malang. Hanya, petugas sama sekali tidak mendapatkan orang yang dicurigai melakukan penyerbuan itu.

‘’Untuk delapan orang yang melakukan penyerbuan itu, datanya sudah kami kantongi. Mereka adalah anak kampung dan sebagian anak punk. Saat ini kami masih melakukan pencarian terhadap mereka. Sedangkan untuk permasalahan antar siswa itu, nantinya akan diselesaikan sendiri oleh pihak guru,’’ terang Kapolsekta Blimbing, AKP Abdul Hadi.

Sementara itu, Kapolwil Malang Kombes Pol Drs Rusli Nasution, saat dikonfirmasi terkait aksi penyerbuan delapan preman ke SMA Ardjuna Malang, mengaku akan menindak tegas para pelakunya. Hanya, pihaknya masih akan melakukan penyelidikan lebih jauh tentang penyerbuan itu.

‘’Saya masih akan cross check dulu. Sebab, saya baru dengar malam ini (semalam, Red.). Jika memang itu benar, jelas yang dilakukannya itu adalah tindak pidana murni, dengan melakukan pengeroyokan terhadap siswa. Yang pasti pelakunya akan kami tindak tegas,’’ tandas Kombes Pol Drs Rusli Nasution, kepada Malang Post, saat dikonfirmasi via telepon tadi malam. (agp/avi) (agung priyo/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s