Polisi Kesulitan Tangkap, Sekolah Mulai Tertutup

grafis-ardjunaHingga Sabtu malam kemarin, delapan orang preman yang melakukan penyerbuan ke SMA Ardjuna Malang, masih lenggang kangkung. Petugas Polsekta Blimbing masih belum menangkap seorang pun dari pelaku.

Petugas masih terus melakukan perburuan terhadap para preman itu. Hanya, kemana kaburnya para preman itu, petugas belum berhasil mendeteksi. Meski petugas mengaku sudah mengantongi identitas mereka. Sebagai bagian proses pencarian, petugas juga terus melakukan razia preman di beberapa sudut Kota Malang.

‘’Untuk delapan orang yang melakukan penyerbuan ke SMA Ardjuna Malang, memang belum ada satupun yang kami amankan. Namun, kami akan berusaha terus untuk bisa menangkapnya. Dari beberapa preman yang kami amankan sebelumnya, mereka semua bukan termasuk delapan orang itu,’’ ungkap Kapolsekta Blimbing, AKP H Abdul Hadi, kepada Malang Post saat dikonfirmasi via telepon tadi malam.

Sedangkan untuk Mt, siswa kelas X SMEA Ardjuna Malang, yang diduga mendatangkan delapan orang preman itu, Hadi, menyatakan kalau pihaknya sudah memeriksa dan memintai keterangannya. Hanya saja, Mt mengaku tidak mengenal delapan orang preman yang melakukan penyerbuan itu.

‘’Mt, siswa yang bersangkutan tadi sore (kemarin, red) sudah kami mintai keterangan. Dia mengaku tidak kenal dengan delapan orang itu. Alasannya, delapan preman itu adalah para pengamen di simpang tiga Jalan Sulfat, yang dimintai tolong untuk membalas dendam pada Hendry,’’ terang Abdul Hadi.

Namun demikian, lanjut Hadi, untuk permasalahan intern dua siswa SMA dan SMEA Ardjuna Malang tersebut, diserahkan ke pihak sekolah masing-masing. Sedangkan untuk, delapan pelaku penyerbuan itu, tetap ditangani oleh petugas Polsekta Blimbing.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMEA Ardjuna Malang, Drs Askar, dikonfirmasi terkait tindakan Mt, yang mendatangkan delapan orang preman untuk menyerbu SMA Ardjuna Malang, sama sekali tidak mau memberikan komentar apapun. Askar berdalih, permasalahan itu adalah permasalahan intern dan sudah diselesaikan oleh yayasan.

‘’Maaf mas, bukannya saya tutup mulut dan tidak mau memberikan konfirmasi. Masalah ini adalah masalah intern dan sudah diselesaikan oleh yayasan Ardjuna, jadi mohon maaf,’’ tutur Askar.

Terpisah, Kepala Sekolah SMA Ardjuna Malang, Drs Sugianto Kasidi, MPd dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah menyelesaikan permasalahan itu. Yakni dengan mendatangkan kedua orang siswa yang bersangkutan.

‘’Untuk masalah ini, siswa yang bersangkutan sudah kami beri pembinaan khusus. Jika nanti, siswa yang bersangkutan itu mengulangi lagi, maka kami tidak akan segan-segan untuk memberikan tindakan tegas, dengan mengeluarkannya dari sekolah,’’ tandas Sugianto

Informasi lain yang diperoleh dari Carmita, satpam setempat mengatakan kalau delapan orang preman itu, sebelumnya sudah menunggu di depan gerbang sekolah sejak pagi sekitar pukul 09.00 WIB.
Bahkan, setengah jam sebelum melakukan penyerbuan, salah satu dari delapan preman itu, sempat izin untuk menemui Kepsek SMA Ardjuna, Drs Sugianto Kasidi.

‘’Saat itu, satu diantaranya izin pada saya untuk menemui pak kepala sekolah. Alasannya, ingin menemui Hendry, adiknya yang katanya dipukuli oleh anak luar. Karena sikapnya sopan, akhirnya saya antarkan menghadap ke Kepsek,’’ jelas Carmita.

Namun, setelah yang dicari tidak bisa ditemui itulah, salah seorang preman itu keluar dan menunggu di luar gerbang bersama dengan tujuh teman lainnya. Disaat siswa pulang sekolah itulah, para preman itu langsung menyerbu.

Sebagaimana diberitakan koran ini sebelumnya, delapan orang pemuda Jumat sianglalu, menyatroni SMA Ardjuna di Jalan Tumenggung Suryo.

Dampaknya, Hendry Agung, siswa kelas 12 IPS, mengalami luka serius di wajah dan kepala karena dihajar preman-preman tersebut. Naifnya, kejadian itu berlangsung didalam kompleks sekolah, tepatnya di depan ruang guru dan disaksikan para guru. (agp/avi) (agung priyo/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Malang, Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s