Polres Amankan Delapan ‘Preman’

polisi-preman
Operasi premanisme terus berlanjut. Sabtu siang kemarin, giliran gabungan dari Samapta Polres Malang dan Buser Polres Malang menggelar operasi di dua titik di wilayah hukum Polres Malang.

Hasilnya, sebanyak delapan orang berhasil dijaring dan diamankan di Mapolres Malang. Tidak hanya itu, petugas juga berhasil menangkap empat penjudi remi.

Delapan orang yang diamankan tersebut, masing-masing lima orang warga Kecamatan Turen yakni M Hariadi, 21 tahun dan Fidin Lukman Hakim, 24 tahun, keduanya warga Desa Pagedangan, Aris Setiawan, 21 tahun warga tidur Stadion Talok, Ary Lelono, 40 tahun warga Kelurahan Turen, Agustinus Subiantoro, warga Desa Kedok. Sementara tiga lainnya, Khoirul Munif, 32 tahun warga Desa Tambakarsi, Tajinan, Khoirul Amin, 31 tahun warga Desa Wandanpuro, Bululang dan Andik Supriadi, 26 tahun warga Desa Druju, Sumbermanjing Wetan.

Petugas sendiri, dalam kesempatan itu juga mengamankan sebotol anggur. Termasuk, satu gitar dari salah satu mereka yang diamankan. Dari delapan yang diamankan, tiga diantaranya tidak mengantongi identitas diri.

Dalam operasi kemarin, petugas memfokuskan pada dua lokasi yakni Pasar Turen dan Dampit. Dalam perjalanan menuju ke Pasar Turen, dipergoki dua orang yang berada di tengah sawah yakni Khoirul Munif dan Khoirul Amin. Saat didekati itulah, petugas juga mendapati sebotol minuman anggur. Setelah ditanya aktivitas keduanya tidak jelas, mereka pun diamankan.

Operasi yang kemudian berlanjut ke Pasar Turen, petugas tanpa mengalami banyak kesulitan, berhasil mengamankan enam orang. Rata-rata, ketika ditanya kegiatan yang dilakukan, tidak bisa mengatakan dengan jelas.

Untuk pemeriksaan, mereka pun ikut dibawa petugas. Sebaliknya, operasi yang kemudian ke Dampit, berhasil menciduk empat pejudi yang kemudian diperiksa terpisah di Mapolres Malang.

‘’Operasi yang dilakukan ini masih dalam rangka pemberantasan premanisme. Mereka yang diamankan dan tidak melakukan tindak pidana, hanya diminta keterangan untuk pembinaan,’’ ungkap Kapolres Malang melalui Kasatreskrim Polres Malang, AKP Radiant.

Sementara itu, dua orang yakni Khoirul Munif dan Khoirul Amin, dalam pemeriksaan mengaku kalau dia saat diamankan petugas tengah nyantai. Itu karena, keduanya usai mengamen dan kebetulan, uangnya dipakai untuk beli minuman anggur.

‘’Maksudnya ya santai-santai di sawah. Tapi ada petugas, ya kemudian dibawa ke sini ini,’’ kata keduanya di Mapolres Malang. (sit/avi) (sigit rokhmand/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s