Promosi Produk Impor Dibatasi

Pemerintah terus bernafsu untuk memangkas kehadiran produk-produk impor yang dianggap bisa mengancam keberadaan dan daya saing produk asli buatan dalam negeri. Peraturan terbaru yang sedang dibahas adalah pembatasan promosi produk-produk impor.

“Seperti tidak membuat spanduk-spanduk barang impor, seperti durian impor,” kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam sambutannya yang dibacakan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Depdag, Subagyo dalam acara seminar pasar domestik sebagai guaranteed market di Gedung Depdag kemarin. Berbagai kebijakan telah dikeluarkan pemerintah untuk mengantisipasi masuknya produk impor, terutama yang berasal dari pengalihan ekspor ke Amerika Serikat.

Subagyo mengatakan bahwa hal itu sementara waktu masih dalam tahap himbauan, namun kedepannya pihaknya akan mencoba menerapkan kebijakan yang lebih tegas. Untuk itu perlu dibuat suatu paying hokum yang mendukung hal tersebut. Meski begitu, dia mengakui bahwa kebijakan tersebut sudah mendapat dukungan dari berbagai pihak. “Dari sisi ritel juga sudah mendukung untuk menerapkan himbauan sejenis ini,” lanjutnya.

Dia mengaku belum bias memastikan himbauan tersebut dalam bentuk surat edaran atau bahkan peraturan menteri (permen). Hal tersebut nampaknya tidak dilakukan dalam waktu dekat ini. Namun dia berjanji Departemen Perdagangan akan mendalami rencana tersebut. Ketika ditanya apakah akan dikeluarkan dalam bentuk surat edaran (SE), ia mengatakan hal itu bisa saja dilakukan. “Kalau surat edaran,mungkin itu yang bisa kita pertimbangankan,” kilahnya.

Meski belum mengarah pada bentuk aturannya seperti apa, namun, pihaknya mengaku dari pembicaraan dengan kalangan pelaku ritel yang diwakili oleh Aprindo (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia) dapat disimpulkan bahwa mereka mendukung semua program pemerintah dalam upaya meningkatkan penggunaan produk dalam negeri, pengawasan barang beredar dan lain-lain. “Mereka mendukung 100 persen. Jadi itu semua pemikiran yang akan kita dalami,” ungkapnya.

Rencana ini, menurut Subagyo, merupakan bagian dari dua langkah pemerintah untuk memaksimalkan penggunaan barang dalam negeri. Dua langkah tersebut antara lain, himbauan penggunaan barang dalam negeri untuk pengadaan barang dan jasa pemerintah seperti pembangunan jembatan, jalan dan lain-lain. Selain itu akan diterapkan pencantuman konsulat produk dalam negeri dalam setiap kontrak yang dibiayai oleh APBN dan APBD.

Selain itu, pemerintah juga berupaya untuk menggencarkan promosi produk dalam negeri dengan berkoordinasi antara instansi terkait yaitu Depdag, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Departemen Komunikasi dan Informasi, Asosiasi Pengelola Mal, Asosiasi ritel. Sebelumnya, pemerintah mewajibkan importasi lima produk yaitu elektronik, alas kaki, mainan anak, garmen dan makanan minuman hanya boileh dilakukan melalui lima pelabuhan utama. (jpnn/han) (JPNN)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s