Wali Kota Batu Perangi Bank ‘Titil’

Pemkot Batu telah menabuh genderang perang untuk memberantas operasional bank titil atau koperasi simpan pinjam yang beroperasi seperti bank di Kota Batu. Tidak sedikit masyarakat Kota Batu yang terjerat ulah operasional bank titil yang menjerat nasabahnya dengan bunga yang sangat tinggi.

Untuk memberantas operasional bank titil, tahun 2009 mendatang Pemkot Batu akan menggelontorkan dana Rp 2 Miliar. Dana itu akan diberikan kepada koperasi yang sesungguhnya untuk memberikan bantuan modal usaha kepada pelaku usaha mikro.

“Kami memohon dukungan semua pihak untuk dapat memberantas bank titil. Karena sebagian masyarakat sudah banyak yang terjerat dengan ulah bank titil,” kata Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko.
Dijelaskannya, koperasi-koperasi yang berpraktik layakanya perbankan dengan memberikan pinjaman tanpa memandang anggota atau bukan, mengenakan bunganya sangat tinggi. Yang membuat banyak masyarakat tertarik dengan bank titil, karena cara dan prosesnya sangat mudah dan tidak berbelit-belit.

Koperasi itu yang melaksanakan itu bukan yang berasal dari Kota Batu, mereka kebanyakan koperasi dari luar Kota Batu dan berpraktik di Kota Batu. Sehingga keberadaan mereka sulit terdeteksi tapi ada di tengah masyarakat.

“Untuk memberantas bank titil, modal usaha yang akan diberikan kepada masyarakat juga harus berpraktik seperti bank titil, pelayanan mudah tidak berbelit, tapi tidak menjerat dengan bunga tinggi,” ungkapnya.

Beberapa waktu lalu, wali kota sempat didatangi tiga wanita asal Desa Beji Kota Batu yang mengaku terjerat dengan ulah bank titil. Mereka memiliki tanggungan hutang puluhan juta rupiah akibat bunga tinggi yang dikenakan pada pinjamannya. Hingga dia harus dikejar-kejar petugas bank titil.

Sementara itu, Kepala Kantor Koperasi dan UKM Kota Batu, Dri Atmojo sudah menganggarkan bantuan modal usaha untuk usaha mikro yang ada di Kota Batu sebesar Rp 2 Miliar. Dana itu akan disalurkan melalui koperasi yang ada di Kota Batu.

Dengan memberikan bantuan modal melalui koperasi dengan segala kemudahannya, akan sangat membantu masyarakat khususnya pelaku usaha kecil dalam menambah modal usaha kecilnya.
“Kami memang berusaha memberantas koperasi-koperasi yang tidak melaksanakan aturannya sesuai aturan yang ada. Dari penelitian kami, mereka berasal dari luar Kota Batu tapi berpraktik di Kota Batu,” tandasnya. (aim/eno) (Muhaimin/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Batu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s