Minum Susu, 28 Siswa SD Keracunan

Salah seorang korban, Dina Yustina Salsabila terbaring di RKZ Malang.

Salah seorang korban, Dina Yustina Salsabila terbaring di RKZ Malang.


Diduga akibat minum susu kemasan yang dipromosikan di SDN III Sukun, 28 siswa sekolah berlokasi di Jalan Rajawali ini, mengalami keracunan. Bahkan, satu diantaranya harus menjalani rawat inap di Paviliun Shanta Maria nomor 51 RS RKZ. Yakni, Dina Yustina Salsa Bila, 11 tahun siswa kelas V.

Hingga Sabtu kemarin, Dina masih menjalani perawatan medis, tangannya pun dinvus. Sementara 27 siswa lainnya dari kelas III, IV dan kelas V hanya mengalami pusing-pusing dan perut mual serta muntah hingga sempat tak bisa masuk sekolah.

Keterangan yang dihimpun menyebutkan, Kamis lalu di sekolahan tersebut ada promosi susu merek Kelo produksi PT Kino Sentra Industrindo, Semarang.“ Ada empat orang yang datang ke sekolah mempromosikan prioduk susu itu. Yakni, Luky Hakim selaku penanggungjawab, ditemani tiga temannya, Nimas Setyaningsih, Dian Kristina dan Yuliana,” jelas seorang petugas Polsekta Sukun.

Dalam promosinya itu, mereka membagikan minuman susu yang dicampur dengan air es kepada para siswa.

Caranya, 16 bungkus susu yang setiap bungkusnya berbobot 6 gram, dicampur dengan 4 liter air ke dalam termos. Setelah diaduk, susu tersebut dituangkan pada gelas plastik kecil yang kemudian dibagikan kepada para siswa secara gratis. Setiap siswa, saat itu bisa minum dua sampai lima gelas.
Salah satunya adalah Nauval Kurnia Pratama, 9 tahun siswa kelas IV. Dia mengaku, usai pelajaran olahraga sekitar pukul 08.15, bersama teman-temannya langsung minum susu yang diberikan secara gratis tersebut.

“Teman-teman semuanya juga minum. Bahkan, setelah minum kami diminta untuk membeli Rp 1000 dan dapat 4 bungkus susu, dengan rasa berbeda mulai dari strawbery, melon, cerry, coklat atau cappucinno,” terang Nauval, yang kemarin ditemui di rumah neneknya di Jalan Rajawali 10 Malang.

Selang sekitar 15 menit usai minum, tiba-tiba para siswa ini mulai merasakan pusing, mual-mual dan akhirnya muntah-muntah. “Untuk kelas IV ada sekitar 17 anak. Sedangkan kelas V ada 2 anak dan kelas III 9 anak. Sedangkan siswa kelas I, II dan VI meski sempat minum, tidak mengalami apa-apa,’’tambah Nauval.

Mengetahui kondisi tersebut, akhirnya pemberian susu gratis kepada para siswa langsung dihentikan. Pihak guru memanggil dokter untuk memeriksa para korban. Dan para karyawan yang mempromosi susu tersebut, oleh wali murid diminta pertanggungjawabannya. (agp/lyo) (agung priyo/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s