Muhammadiyah Patenkan KH Ahmad Dahlan

Pengurus Pusat Muhammadiyah, tampaknya mulai serius untuk ‘membentengi’ KH Ahmad Dahlan, yang juga mendiri Muhammadiyah.

Bahkan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, akan merundingkan keinginan itu secara nasional. Alasannya, sosok Ahmad Dahlan bukan lagi hanya menjadi milik warga Muhammadiyah.
‘’Kami akan membawa masalah ini dan merudingkannya secara nasional dalam lingkup Muhammadiyah. Karena tokoh pendiri Muhammadiyah ini, sudah menjadi tokoh nasional. Karena itu pematenan Ahmad Dahlan sebagai ikon Muhammadiyah butuh kajian yang mendalam. Kita harus mengacu kepada etika dan sarikat Muhammadiyah,’’ tandas Din

Beberapa hari yang lalu, tokoh muda Muhammadiyah yang juga Ketua Bappilu Partai Matahari Bangsa (PMB), Yusuf Warsyim mengatakan perlu dipikirkan lebih lanjut untuk mematenkan KH Ahmad Dahlan. Hal ini dimaksudkan agar sengketa tokoh tidak terjadi lagi ke depannya.

Menurut Yusuf, tidak hanya partai di luar Muhammadiyah saja yang nantinya harus meminta izin jika KH Ahmad Dahlan sudah dipatenkan. Partai-partai berbasis Muhammadiyah juga harus memperoleh izin terlebih dahulu.

Rencana mematenkan KH Ahmad Dahlan itu juga muncul, setelah ada partai lain yang menggunakan figur KH Ahmad Dahlan dalam iklan politik mereka.

Din Syamsuddin sendiri, memberikan komentar tersebut usai hadir dalam tabligh akbar memperingati hari lahir Muhammadiyah di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhamadiyah, Desa Kademangan, Kecamatan Curuk, Kabupaten Tangerang, Banten, kemarin.

Dalam sambutannya, Din mengatakan akan mensarjanakan guru-guru Muhamadiyah yang ada di pelosok-pelosok. Din juga sempat menyinggung soal politik.

’’Politik itu untuk dakwah bukan untuk mengejar kekuasaan,’’ ujar calon presiden dari Partai Matahari Bangsa (PMB) yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan warga Muhammadiyah.

Sementara itu, kesediaan Din Syamsuddin maju pada Pilpres 2009, melahirkan konsekwensi tersendiri. Din mengaku siap mundur dari kepemimpinan ormas kedua terbesar di Indonesia itu, jika dirinya memutuskan maju dalam bursa capres mendatang.

‘’Karena jika benar-benar dicalonkan, itu pun atas persetujuan dari Muhammadiyah. Memang sudah ada beberapa partai memberikan penawaran. Tapi saya belum mau menanggapinya. Saya masih akan berkonsentrasi untuk membangun Muhammadiyah agar lebih maju ke depannya,’’ imbuhnya.

Dan sampai kapan pun, tegasnya, Muhammadiyah tidak akan pernah bergeser dari dakwah budaya, pendidikan dan dakwah lainnya yang sudah menjadi gerakan politik.

’’Tapi dinamika poltik yang sekarang berkembang juga tidak boleh diabaikan. Mengedepankan politik tidak berarti politik untuk politik, tapi politik untuk dakwah,’’ serunya.

Mengenai banyaknya jumlah parpol, dalam pemilu mendatang, menurut Din, hal tersebut adalah gejolak demokrasi yang baik. Namun sekali lagi dia menegaskan, Muhammadiyah tidak terlibat dalam politik praktis atau beravilisi dengan parpol mana pun.

’’Muhammadiyah akan memberi ruang kepada kader untuk masuk dalam parpol maupun duduk di parlemen, asalkan tidak membawa nama Muhammadiyah,’’ tandasnya. (jpnn/avi)
(JPNN)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Berita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s