Polisi Lamban Tangani Kasus Susu Beracun

Dina Yustina Salsabila, salahsatu korban keracunan diopname di RKZ. (DOK/MALANG POST)

Dina Yustina Salsabila, salahsatu korban keracunan diopname di RKZ. (DOK/MALANG POST)


Petugas Polsek Sukun terkesan sangat lamban dalam menangani kasus keracunan massal yang dialami 28 siswa SDN III Sukun. Mereka belum menentukan siapa yang menjadi tersangka dalam kasus tersebut. “Kami memang sudah memeriksa empat karyawan PT Kino Sentra Industrindo Semarang yang mempromosikan susu tersebut. Namun, sejauh ini, kami belum melihat ada unsur kesengajaannya,” kata Kanitreskrim Polsekta Sukun, Aiptu M Sirait.

Dia mengaku, untuk bisa menetapkan siapa tersangka dalam kasus keracunan itu, masih dibutuhkan bukti penguat lagi. Salah satu bukti penguat itu, dilanjutkan mantan Kanit Idik III Polresta Malang tersebut, pihaknya tengah menunggu hasil pemeriksaan Labfor Polda Jatim.

“Jika memang nantinya dari hasil Labfor, susu itu diketahui beracun, maka akan jelas dari empat karyawan itu nantinya siapa yang akan bertanggungjawab, dengan ditetapkan sebagai tersangka,” jelasnya. Selain itu, lanjut Sirait, pihaknya juga masih akan mendatangkan beberapa saksi ahli.
Diantaranya, saksi dari pihak Departemen Kesehatan Kota Malang, yang nantinya dimintai keterangan seputar tentang izin dan hasil pemeriksaan penyebab keracunan. Termasuk pula, beberapa siswa SD yang menjadi korban keracunan.

“Untuk saat ini, kami masih memeriksa saksi empat karyawan yakni Luky Hakim selaku penanggungjawab, ditemani tiga temannya, Nimas Setyaningsih, Dian Kristina dan Yuliana. Dan saksi dari Kepala Sekolah SDN III Sukun, Drs Heri Isjunaedi, tentang pemberian izin promosi susu,” urainya.
Sementara itu, Dina Yustina Salsa Bila, siswa kelas V, satu dari 28 korban keracunan massal, hingga kemarin masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Panti Walujo (RKZ) Malang. Meski kondisinya masih lemah, namun jauh lebih baik dibandingkan hari sebelumnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, diduga akibat minum susu kemasan yang dipromosikan di SDN III Sukun, 28 siswa sekolah berlokasi di Jalan Rajawali ini, mengalami keracunan. Bahkan, satu diantaranya harus menjalani rawat inap di rumah sakit. (agp/mar)
(Agung Priyo/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s