Razia Obat Tunggu Surat Resmi

Penarikan produk obat dan makanan suplemen untuk pria yang sudah dilakukan di ibukota, ternyata belum terjadi di Kota dan Kabupaten Malang.

Hingga siang kemarin, dua dinas kesehatan yang memiliki kewenangan terhadap pengawasan peredaran obat yang dilarang di Kota Malang, belum juga mengikuti jejak Badan pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Namun di Kabupaten Malang, sudah mulai merancang aktivitas.

Pekan depan, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang akan menggelar sweeping di berbagai toko dan apotek di wilayahnya. Sementara dalam minggu ini, Dinas Kesehatan baru mengecek toko dan apotik terkait keberadaan obat-obatan ilegal atau palsu.

Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Malang Agus Wahyu Arifin berjanji bakal menurunkan timnya pekan depan. Hanya saja, dia masih merahasiakan wilayah kecamatan yang menjadi target sweeping obat perkasa pria (obat kuat) berbahaya itu.

Kata Agus, obat yang diperiksa sesuai dengan daftar yang dikeluarkan oleh BPOM RI. ‘’Ya, 22 obat itu seperti yang dilansir BPOM di media massa, seperti Blue Moon dan masih banyak lagi,’’ tegas Agus dihubungi Malang Post, kemarin.

Agus mengaku belum bisa mendeteksi penambahan obat kuat berbahaya lain di luar daftar BPOM tersebut di wilayahnya. Sebab, selama ini tim Dinkes hanya melakukan pemeriksaan rutin program pemberantasa obat palsu yang dikerjakan sejak bulan lalu.

Sebelum sweeping digelar, Agus berharap toko dan apotik di Kabupaten Malang sudah menarik obat kuat berbahaya tersebut. ‘’Kalau tidak ditarik, atau membandel, Dinkes akan menyita produk tersebut. Pekan depan kita mulai,’’ ujar mantan Direktur RSUD Kepanjen itu.

Sedang di Kota Malang, Kabid Farmasi Dinas Kesehatan Kota Malang, Supranoto mengaku belum ada instruksi apapun dari pusat mengenai penarikan 22 merek obat dan makanan suplemen untuk pria yang diketahui mengandung bahan berbahaya untuk tubuh. Karena itu, belum ada tindakan apapun terkait informasi ini.

‘’Sepertinya hari Senin besok kita baru menerima faks dari pusat. Kebetulan dua hari ini kan libur kerja, jadi pihak pusat mungkin belum sempat mengirim ke daerah,’’ kata Supranoto ketika dihubungi siang kemarin via telepon.

Meski belum ada instruksi apapun mengenai penarikan 22 obat dan makanan suplemen untuk pria ini dari pasaran, Supranoto yakin jika apotek yang ada di Kota Malang sudah tidak lagi menjual produk-produk tersebut. Pasalnya sejak ada penarikan obat berbahaya yang dilakukan beberapa waktu yang lalu, pihak apotek sudah lebih tertib mengikuti himbauan dari pemerintah.

Himbauan keras untuk tidak menjual produk-produk tersebut justru disampaikan kepada toko obat. Sebab kebanyakan dari 22 obat dan makanan suplemen untuk pria ini dijual di toko obat.
‘’Yang pasti kita menghimbau kepada pemilik toko obat untuk tidak lagi menjual produk yang ditarik tersebut. Tolong himbauan ini segera dilaksanakan karena ini menyangkut kesehatan masyarakat kita,’’ sambungnya.

Sementara itu, setelah adanya kabar tentang penarikan 22 obat kuat yang ditarik oleh BPOM, Jumat (14/11) lalu, beberapa apotek di daerah Jalan Belakang Rumah Sakit sudah tidak lagi menjual produk-produk tersebut. Sesuai dengan dugaan Supranoto, apotek-apotek ini lebih tertib melaksanakan himbauan dari BPOM.

‘’Di tempat kami kebetulan hanya ada satu produk saja yang masuk dalam daftar obat kuat yang ditarik. Meski belum ada pemberitahuan secara resmi, begitu tahu dari televisi, kami langsung memasukkan obat ini dan tidak melayani pembelian. Padahal jujur saja obat-obat seperti ini banyak yang mencari,’’ ungkap karyawan Apotek Enggal Waras, Kasdiyanto, siang kemarin. (nda/ary/avi) (dinda/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Kabupaten Malang, Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s