Bedah Buku Fadel: Lawan Dominasi Pusat, Eskpor Andalkan Networking

Dari kiri, Rektor UB Prof Dr Ir Yogi Sugito, Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad, dan Dekan FIA Suhadak saat makan jagung bersama sebagai seremonial bedah buku kemarin (LAILATUL ROSIDA/MALANG POST)

Dari kiri, Rektor UB Prof Dr Ir Yogi Sugito, Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad, dan Dekan FIA Suhadak saat makan jagung bersama sebagai seremonial bedah buku kemarin (LAILATUL ROSIDA/MALANG POST)

Buku karya Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad berjudul “Reinventing Local Government (pengalaman dari daerah) dibedah tajam oleh para pakar di Universitas Brawijaya (UB) kemarin. Buku yang menceritakan kebijakan pembangunan Gorontalo di bawah kepemimpinan Fadel ini dibedah langsung oleh kurang lebih 10 pakar.

Terdiri dari enam guru besar FIA UB dan beberapa akademisi dari luar UB. Selain itu hadir pula dalam acara yang digelar di Gedung Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB) para praktisi yang berasal dari birokrat se Jawa Timur.

Beberapa kritikan yang disampaikan di antaranya seperti dilontarkan Prof Andi Gani yang menyebutkan ada keraguan yang tampak pada tulisan Fadel dalam buku tersebut. Untuk penulis dengan kapasitas Gubernur, harusnya tulisan bisa lebih tajam dan berani. “Nama, kekayaan sudah punya semua. Harusnya tulisan yang dituangkan bisa lebih tajam tidak ragu-ragu dan terlihat ada banyak keterbatasan yang seharusnya bisa didobrak oleh seorang Fadel,” tegas Andi Gani.

Sementara Dekan FIA Universitas Dokter Sutomo Surabaya, Dr Eni Haryati menilai, tulisan Fadel menjadi sangat kuat maknanya karena ada tiga hal yang menonjol dari pribadi Fadel. Yaitu komitmen, kapabilitas dan Networking. Hanya saja buku ini menurut dia masih perlu dibuat kembali dalam edisi revisi yang menyertakan saran penulis bagi pengembangan daerah lainnya. Seperti yang dilakukannya pada daerah hasil pemekaran Gorontalo.

Sementara itu, Fadel mengakui banyak hal yang dilakukannya untuk pengembangan daerah Gorontalo. Termasuk bagaimana melawan kekuatan pusat seperti mendobrak larangan ekspor. Dengan mengandalkan networkingnya, ia pun berhasil membuat pemerintah pusat tak bergeming dengan kegiatan ekspor sapi dan jagung yang menjadi andalan pengembangan Gorontalo saat ini.

“Saya memakai sistem bisnis untuk mengembangkan Provinsi ini, dengan memberdayakan potensi yang ada dan keuntungannya dipergunakan untuk kepentingan masyarakat. Dan untuk itu memang networking menjadi andalan saya,” tegas pengusaha sukses ini.

Acara yang dibuka Rektor UB Prof Dr Ir Yogi Sugito itu diawali dengan seremonial memakan jagung gorontalo. Seremonial dilakukan Rektor bersama Fadel Muhammad dan Dekan FIA UB Suhadak.(oci/lim)
(Lailatul Rosida/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Malang, Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s