Masyarakat Tuntut Pembangunan Kembali Puskesmas Dinoyo

Puskesmas Dinoyo yang sudah dua tahun lalu dibongkar kini mangkrak. Tidak jelas kapan pembangunan kembali Puskesmas yang sangat dibutuhkan masyarakat setempat ini. (NOER ADINDA ZAENI/MALANG POST)

Puskesmas Dinoyo yang sudah dua tahun lalu dibongkar kini mangkrak. Tidak jelas kapan pembangunan kembali Puskesmas yang sangat dibutuhkan masyarakat setempat ini. (NOER ADINDA ZAENI/MALANG POST)

Gedung Puskesmas Dinoyo yang belum juga dibangun sejak dipugar awal tahun 2007 hingga saat ini, dikeluhkan oleh masyarakat sekitar. Mereka menginginkan agar puskesmas yang berada tepat di depan SDN Dinoyo 2 tersebut segera dibangun dan difungsikan kembali seperti fungsinya semula.

Keinginan masyarakat sekitar agar bangunan puskesmas kembali didirikan karena mereka ingin kembali bisa memanfaatkan keberadaan Puskesmas Dinoyo. Setelah dibongkar dan dipindah, masyarakat sekitar kesulitan mencari tempat berobat yang terjangkau dan dekat dengan rumah mereka.

Puskesmas Dinoyo sendiri saat ini sudah dipindah di Jalan Sigura-gura, dan digabung dengan puskesmas pembantu Sumbersari. Lokasi ini jelas jauh dari lokasi semula, sehingga masyarakat Kelurahan Dinoyo tidak bisa lagi memanfaatkan puskesmas tersebut.

Dikatakan oleh warga RT 3 RW 1 Kelurahan Dinoyo, Soleh Hadi, sudah hampir dua tahun bangunan bekas puskesmas ini mangkrak. Sebelumnya, ia selalu memanfaatkan Puskesmas Dinoyo ini untuk berobat. Tetapi karena dibongkar dan tidak beroperasi, maka ia dan keluarganya terpaksa berobat di tempat yang agak jauh dari rumahnya.

“Sayang juga sebenarnya kalau puskesmas ini nggak segera dibangun lagi. Jujur saja mencari tempat berobat yang murah dan dekat di sekitar ini sulit. Sudah hampir dua tahun puskesmas nggak beroperasi. Kalaupun ada hanya poli gigi saja yang masih buka. Itu pun bukanya juga kadang-kadang. Nggak setiap hari seperti dulu,” protes Soleh.

Mangkraknya bangunan bekas puskesmas itu diketahui oleh warga gara-gara adanya permasalahan antara pemilik yang menghibahkan tanah tersebut dengan pemerintah Kota Malang. Menurut Suprayitno yang sehari-hari bekerja di sekitar SDN 2 Dinoyo itu, si pemilik tanah marah kepada pemerintah karena pemerintah membongkar bangunan kolonial yang menjadi gedung utama puskesmas tanpa seizinnya. Padahal perjanjian awalnya, pemerintah hanya boleh merenovasi tetapi tidak boleh membongkar bangunan tersebut.

“Gara-gara bangunannya dirobohkan itu, si pemilik tanah tidak mau lagi meneruskan pembangunan puskesmas. Bahkan dengar-dengar, orang yang menghibahkan tanah tersebut juga memperkarakan persoalan ini. Karena itulah, gedung puskesmasnya tidak dibangun-bangun lagi,” kata pria yang akrab disapa Pak Yit itu.

Belum dibangunnya gedung puskesmas dan difungsikan kembali seperti dulu juga dikeluhkan oleh orang tua siswa SDN 2 Dinoyo. Sri Rahayu mengaku dulu ketika masih beroperasi kalau ada siswa yang sakit bisa langsung dibawa ke puskesmas dan mendapat penanganan yang lebih baik. Apalagi tenaga-tenaga di sana juga terhitung berkualitas.

“Termasuk juga ketika ada kunjungan sekolah ke puskesmas. Kalau dulu tinggal nyebrang saja, sekarang harus naik kendaraan dulu karena lokasinya sangat jauh,” ungkap Sri. (nda/lim)
(Adinda Zaeni/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s