Puisi Kritik Warnai Lomba HUT Batu

Salah satu peserta lomba puisi membacakan hasil karyanya kemarin (Ira Ravika/Malang Post)

Salah satu peserta lomba puisi membacakan hasil karyanya kemarin (Ira Ravika/Malang Post)


Lomba puisi yang digelar Pemerintah Kota Batu dalam rangka memperingati HUT Kota Batu ke 7 kemarin berlangsung meriah. Acara yang digelar di aula kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Batu itu diikuti 100 peserta. Semua berbaur antara pelajar, guru dan warga.

“Awalnya yang daftar sekitar 180 peserta. Setelah diseleksi jumlahnya berkurang menjadi 100 peserta. Dan semua peserta ini membacakan puisi hasil karyanya sendiri,” kata Rofiatun salah satu panitia lomba.
Meski tidak ada batasan usia, lomba tersebut tetap berjalan lancar. Para peserta berusaha membawakan hasil karyanya dengan baik.

Bukan sekedar olah vokal ataupun intonasi yang baik saat pembacaan puisi, namun peserta juga harus berekspresi. Tidak jarang peserta mengangkat tangannya tinggi-tinggi, atau menunjuk bahkan juga mendekap dada disertai dengan pengucapan kalimat yang menghentak-hentak dari bibirnya.

Tapi disela hentakan kalimat tersebut, peserta juga menyertai, pembacaan puisinya dengan suara lirih. Kondisi itu tergantung dengan kalimat yang dibacakan. Karena dalam kalimat tersebut, menyimpan berbagai makna namun semua bercerita tentang Kota Batu.

Menurut Rofidatun, tema dalam lomba puisi ini adalah membangun kota Batu lebih indah. Itu sebabnya, puisi yang dibacakan para peserta pun semuanya berlatar belakang Kota Batu. Baik dari keindahannya, wisatanya, pembangunannya, ataupun masyarakatnya.

Tidak jarang peserta membubuhkan kritikan, pada puisinya. Kritikan tersebut paling banyak ditujukan kepada pemerintah Kota Batu, terkait dengan pembangunan wilayah kota tersebut. “Batu.. Adalah benda yang sangat keras. Batu tidak pernah goyah, ataupun musnah, meski diterjang berbagai bencana. Begitu juga dengan Kota Batu, yang tetap berjaya, seiring dengan bergantinya waktu. Batu menyimpan berbagai potensi keindahan, yang tidak pernah dimiliki wilayah lain. Batuku Jaya, Batuku Indah, Batuku merdeka,’’ itu lah sepenggal puisi yang dibacakan salah satu peserta kemarin.

Sementara itu, lomba puisi tersebut kemarin dibuka langsung oleh walikota Batu Eddy Rumpoko. Dalam sambutannya, Eddy Rumpoko mengatakan jika lomba ini tak lain bertujuan untuk mencari potensi-potensi, dari seluruh peserta.

Selain lomba puisi, panitia HUT juga menggelar berbagai lomba, antara lain memerah susu sapi dan menggambar yang rencanannya akan digelar hari ini di Alun-alun Kota Batu.(ira/eno)
(Ira Ravika/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Batu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s