Tak Dipindah, Hanya Digeser Ke Sisi Utara Rampal

Dandim 0833 Letkol Inf Bahman menegaskan semua pedagang Wisata Belanja Rampal bakal tertampung semua saat digeser ke sisi utara Rampal. (MUFLIKH FARID/MALANG POST)

Dandim 0833 Letkol Inf Bahman menegaskan semua pedagang Wisata Belanja Rampal bakal tertampung semua saat digeser ke sisi utara Rampal. (MUFLIKH FARID/MALANG POST)

Dandim 0833 Kota Malang Letkol (inf) Bahman menegaskan, pedagang Wisata Belanja Rampal (Pasturam) seharusnya tidak perlu resah terkait penggeseran lokasi ke sisi utara Rampal. Sebab penggeseran ini tidak jauh-jauh dari lokasi awal, yakni masih satu komplek dengan Lapangan Rampal.

“Keputusan ini yang paling tepat. Toh sama-sama berada di komplek Lapangan Rampal. Dengan digesernya para pedagang ke sisi utara, selain mengakomodir para pedagang, juga menampung keinginan masyarakat Kota Malang yang ingin berolahraga,” tegas Bahman kepada Malang Post kemarin.

Soal alasan para pedagang yang tidak mau digeser ke Lapangan Bela Negara karena terlalu sempit, Bahman mengatakan itu tidak benar. Setelah dilakukan pengukuran, lokasi Lapangan Bela Negara dipastikan mampu menampung seluruh pedagang Pasar Tugu. “Kami sudah melakukan pengukuran. Di Lapangan Bela Negara yang akan digunakan untuk pedagang mulai sisi barat sampai timur. Termasuk juga Jalan Ronggolawe yang bisa diisi kios,” sambungnya.

Penggeseran lokasi Pasturam ini sendiri akan dilakukan minggu terakhir November. Pihaknya masih memberi kesempatan sekali lagi kepada para pedagang untuk berjualan di lokasi yang sekarang hingga Minggu (23/11) besok.

Mengadu Ke Dewan

Sementara siang kemarin, perwakilan dari Ikatan Pedagang Wisata Belanja Rampal mengadu ke DPRD Kota Malang. Dalam aduannya yang diterima oleh Komisi B DPRD Kota Malang, para pedagang merasa keberatan jika Pasar Tugu harus dipindah lagi ke tempat yang lain. Pasalnya di tempat yang baru ini mereka masih belum banyak beradaptasi. Kalau dipindah lagi, otomatis mereka harus menyesuaikan diri dari awal. Dan itu membuat mereka capek.

“Maunya kita kalau sudah di sana, ya sudah di sana saja. Nggak usah dipindah-pindah lagi. Di lokasi yang sekarang saja banyak pelanggan yang belum menemukan kios langganannya. Nah, kalau mau dipindah lagi, bisa-bisa pelanggan kami akhirnya jadi malas untuk mencari keberadaan kami. Kalau begini kan capek jadinya,” ungkap Koordinator Ikatan Pedagang Wisata Belanja Rampal, Taufik Huda, pada Malang Post.

Instruksi Pangdam V Brawijaya untuk memindahkan lokasi Pasar Tugu ke sisi utara juga dinilai tidak bisa menampung seluruh pedagang Pasturam. Saat ini total jumlah kios yang setiap hari Minggu berjualan berjumlah 459 kios. Tetapi kios yang bisa ditampung di sisi utara Lapangan Rampal hanya bisa menampung 300 kios saja. Karena alasan itu juga, pedagang keberatan jika lokasi dipindahkan dari sisi selatan ke sisi utara.

Anggota Komisi B DPRD Kota Malang, Sri Untari mengatakan, Komisi B meminta kepada pedagang ini untuk merealisasikan pengaduan mereka dalam surat yang lebih resmi. “DPRD siap memfasilitasi pengaduan para pedagang. Termasuk juga jika nantinya ada keharusan untuk relokasi kembali Pasar Tugu yang sekarang sudah berada di Lapangan Rampal,” ujar Untari usai menerima pengaduan para pedagang.

Untuk membahas persoalan ini lebih lanjut, Rabu (19/11) besok, Komisi B DPRD Kota Malang akan melakukan hearing dengan Dinas Pariwisata, Informasi dan Komunikasi (Disparinkom) Kota Malang.(nda/lim) (Adinda Zaeni/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s