Jalinbar Gunakan Dua Gerbang

Surveyor Esha Enginering selaku rekanan Pemkab melakukan pengukuran di ruas jalan Mojosari, kemarin. (Bagus Ary Wicaksono/Malang Post)

Surveyor Esha Enginering selaku rekanan Pemkab melakukan pengukuran di ruas jalan Mojosari, kemarin. (Bagus Ary Wicaksono/Malang Post)


Rencana Pemkab Malang membangun dua pintu masuk di sisi Timur Jalibar (Jalur Lingkar Barat) akhirnya terwujud. Setelah mengadakan pendekatan dengan susah payah, Bagian Pertanahan Pemkab Malang berhasil membebaskan bidang tanah milik 33 warga Desa Mojosari Kecamatan Pakisaji. Sehingga dipastikan Jalibar bakal memakai dua gerbang ,Timur yakni Jalan Mojosari dan Utara Rumah Makan Ontario.

Kasubag Pertanahan Sekdakab Subianto mengatakan Gerbang di utara Rumah Makan Ontario tersebut merupakan alternatif I pengembangan Jalibar. Gerbang tersebut sempat macet karena warga menuntut harga beli jauh diatas taksiran apreisal. Untuk diketahui, lahan persawahan yang bakal dilalui Jalur gerbang alternatif I itu mempunyai panjang sekitar 550 meter.

“Lahan itu dimiliki 37 orang, kita berhasil membebaskan lahan milik 33 orang,” kata Subianto kepada Malang Post.

Menurut Subianto, harga beli lahan di jalur alternatif I itu terbagi dalam tiga kelas. Antara lain kelas I (pinggir jalan) seharga Rp 288 Ribu per meter, kelas II (tengah) seharga Rp 125 Ribu dan kelas III (jalan desa) seharga Rp 180 Ribu per meter. Tahun 2008 ini, Bagian Pertanahan menyiapkan anggaran pembebasan lahan sebanyak Rp 4 Miliar.

“Rp 1,6 Miliar telah kita pakai membebaskan lahan sepanjan 600 meter, sisanya dipakai untuk yang alternatif I ini,” katanya.

Terpisah, proses pengukuran mulai dilakukan di lahan yang berhasil dibebaskan oleh Bagian Pertanahan. Pantauan Malang Post, pengukuran jalur tesebut dilakukan oleh Esha Enginering. Masduki salah satu surveyor mengatakan pihaknya membawa dua unit Theodolite (alat ukur) untuk meluruskan jalur.

“Pengukuran ini dilakukan agar sudut horizontal dan vertikal jalur ini bisa terpantau. Harapannya jalur bisa lurus sesuai bidang tanah yang tersedia,” ungkap Masduki sambil mengoperasikan Theodolite, kemarin.(ary/eno) (Ary Wicaksono/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Kabupaten Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s