Jumlah Pedagang Pasturam Membengkak

Pergesaran pasar tugu Rampal (Pasturam) dari lapangan Rampal ke sisi utara di lapangan Bela Negara menjamin semua pedagang yang ada di Pasturam akan dapat tertampung di lapangan tersebut. Pasalnya, ada ketakutan dari pedagang yang tidak tertampung di tempat yang baru.

Dalam rapat kerja antara Kadis Parinkom, Pait Alwiyono dengan Komisi B DPRD Kota Malang, kemarin, terungkap ada perbedaan data jumlah pedagang yang dimiliki Dinas Parinkom dengan pengurus pedagang. Data yang ada di Dinas Parinkom jumlah pedagang mencapai 432 pedagang, sedangkan data versi pedagang jumlah pedagang yang ada sebanyak 459 pedagang.

“Perbedaanya memang tidak banyak. Perbedaan itu karena sebelumnya dalam satu tenda ada yang berjualan lebih dari satu pedagang. Sekarang masing-masing pedagang ingin berada di satu tenda sendiri,” kata Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, Syaiful Rusdi kepada Malang Post, seusai rapat kerja dengan Kadis Parinkom, kemarin.

Untuk mengetahui jumlah pedagang yang pasti, Komisi B meminta Kadis Parinkom untuk menghitung kembali jumlah pedagang yang ada di Pasturam. Diakuinya, dengan jumlah pedagang lebih dari 400 pedagang tidak dapat semuanya tertampung di lapangan Bela Negara. Sebagai solusinya, penataan Pasturam tidak hanya menggunakan lapangan Bela Negara, tapi juga menggunakan sebagai jalan Ronggolawe yang berada di lapangan Bela Negara untuk dapat menampung semua pedagang yang ada di Pasturam. Karena masih berada dilingkungan militer, pengelolaan lahan itu akan bekerjasama dengan Puskopad.

“Hanya saja, pedagang meminta agar penataan Pasturam tidak di lapangan Bela Negara, tapi pindah ke jalan Semeru. Hal inilah yang kami minta agar ada solusinya dari eksekutif, agar para pedagang mendapat kepastian,” ungkapnya.

Komisi B sempat menawarkan solusi alternatif, penempatan Pasturam tidak di Bela Negara atau di Jalan Semeru, tapi berada di Jalan Trunojoyo yang memiliki jalan yang cukup lebar dan panjang. Pengaturan lalu lintas pun relatif lebih mudah, karena ada jalan alternatif yang dapat dilalui. Lokasinya pun cukup strategis dan penataan lalu lintasnya relatif lebih mudah.

Agar memiliki kepastian lokasi yang menetap, dewan berharap ada komitmen secara tertulis antara Pemkot Malang dengan institusi tersebut. Tidak hanya sekedar komitmen lisan antar instansi. “Hal itu dilakukan sambil menata PKL yang ada di Trunojoyo. Karena nantinya PKL di Trunojoyo akan dilakukan penataan,” terangnya.

Meski mengusulkan di Jalan Trunojoyo, penataan Pasturam di lapangan Bela Negara menurutnya yang paling memungkinkan dan paling siap. Hanya saja, keputusannya tetap berada di tangan eksekutif dalam hal ini wali kota.

Dikonfirmasi hal tersebut, Kadis Parinkom Pait Alwiyono menolak memberikan keterangan hasil rapat kerja dengan Komisi B, terkait dengan pergesaran Pasturan ke lapangan Bela Negara, “Nanti saja,” ujarnya sambil bergesan menuju Balai Kota Malang. (aim/udi) (Muhaimin/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s