Korban Trafficking Lapor Diperkosa

Dugaan kasus trafficking kemarin dilaporkan ke Polsek Wagir. Korbannya seorang siswi salah satu MTs di Pakisaji yang masih berusia 15 tahun. Dalam laporannya, korban Mawar (bukan nama sebenarnya) diperkosa seorang perangkat Desa Wadung, Kecamatan Pakisaji. Selain pemerkosaan, dalam laporan juga menyeret dua orang wanita bernama Mus dan Devi, warga Singosari, yang diduga menjual korban ke pria hidung belang.

Kasus pemerkosaan ini terbongkar setelah Mawar tidak masuk sekolah sejak 6 November lalu. Karena tidak masuk berturut-turut tanpa surat, pihak guru pun berupaya mencari. Namun usaha para guru tidak membuahkan hasil. Sebab, selama satu minggu lebih Mawar juga tidak pulang ke rumahnya.

Menurut keterangan Mukhlis, 31, salah satu guru IPS, pihaknya mencari tahu Mawar melalui teman-temannya. Mereka mengaku sering melihat Mawar di kawasan Desa Tambakasri, Pakisaji. Karena itu, dia mencari keberadaan Mawar di lokasi yang diinformasikan temannya tersebut.

Pencarian Mawar membuahkan. Kamis (13/11) lalu dia melihat Mawar di pinggir jalan desa. Saat itu juga dia meminta penjelasan soal aksi bolos sekolah lebih dari sepekan yang dilakukannya. Dari pengakuan Mawar, alasan dirinya tidak masuk karena diperkosa oleh Hn. Aksi tersebut dilakukan Hn di Desa Balu, Pakisaji. “Bahkan, korban sempat pingsan,” kata Mukhlis kemarin.

Aksi pemerkosaan ini, menurut Mukhlis, berawal saat Mawar bertemu dengan dua wanita berinisial Mus dan Devi, warga Mendalanwangi, Wagir. Dua wanita ini kemudian mengenalkan Mawar kepada beberapa laki-laki, termasuk Hn. “Selain Hn, ada laki-laki lain yang membawa korban di salah satu losmen di kawasan Kepanjen. Totalnya sebanyak tiga kali korban diajak berhubungan intim,” terang dia ketika ditemui usai melaporkan kasus ini ke Polsek Wagir kemarin. Karena kasus ini diduga bagian dari jaringan sindikat trafficking, kemarin pihak sekolah bersama orang tua korban melaporkan kasus ini ke Polres Malang dan Polsek Wagir.

Terpisah, Kapolsek Wagir AKP Marlon L Tadu mengaku masih melakukan penyelidikan atas laporan tersebut. Mengingat laporan yang dilakukan para guru masih baru diterimannya. Karena itu, pihaknya akan segera menindaklanjutinya. “Masih kami lakukan penyelidikan. Sabar ya,” kata Marlon, saat dihubungi kemarin. (bb/ziz/radarmalang)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Kabupaten Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s