Lahan Termakan Trase Jalibar, Warga Minta Ganti Rugi

Lima warga pemilik lahan yang dilewati Jalur Lingkar Barat (Jalibar) mendatangi Kantor Bagian Pertanahan Pemkab Malang, kemarin. Mereka menuntut ganti rugi material kepada Pemkab Malang karena lahannya termakan pembangunan Trase (proyeksi sumbu jalan pada bidang horisontal, yang berhubungan erat dengan tikungan, belokan) Jalibar. Pemkab Malang berjanji akan melakukan pengukuran ulang yang dilaksanakan oleh Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Malang.

Lima warga yang mengadu tersebut terdiri dari empat warga desa Ngasem yakni Amin, Abdul Latif, Imam Ghozali, Munib dan dan satu warga Desa Ngadilangkung Kholili. Turut mendampingi lima warga itu Syamsul Hadi anggota Komisi A DPRD Kabupaten Malang. Kata Syamsul, warga menuntut ganti rugi karena tanahnya termakan pembangunan Jalibar.

“Intinya adalah pembetulan ukuran, pengukuran yang dulu ada kekurangan, harusnya pakai ukuran BPN yang standar nasional,” ujar Syamsul kepada Malang Post.

Terpisah, Munib warga Desa Ngasem menuntut pemerintah memberi tambahan dana atas tanahnya yang terkena pembangunan Jalibar. Hal senada diungkapkan oleh Imam Ghozali dan Abdul Latif yang mengaku pembangunan Jalibar memakan tanah yang tidak dijual ke Pemkab. Atas laporan itu, Kepala Bagian Pertanahan Kabupaten Malang Drs Jamhuri mengaku akan melakukan pengukuran ulang.

“Segera kita ukur ulang dengan mengajak BPN, ini memang kekurangan pengukuran pada tahun 2007. Saya tampung dan pasti dibayar, karena banyak tanah yang kena Trase,” urai Jamhuri ditemui Malang Post, kemarin.

Pria berkacamata itu menambahkan meluasnya Trase terjadi karena jarak antar patok tanah terlalu panjang. Sehingga, besar kemungkinan Buldozer perata tanah kehilangan acuan sehingga lahan warga termakan. Menurut Jamhuri, luas Trase Jalibar yang normal sekitar 26 meter, namun kini berkembang hingga 32-34 meter.

“Jumlah yang melapor seperti itu totalnya 10, kemarin (Senin/17/11) yang melapor lima orang, hari ini (kemarin) juga lima orang lagi,” ujar Jamhuri.

Yang menggelikan, kata Jamhuri, seorang warga bernama Kholili melaporkan lebar lahan yang termakan trase hanya sekitar 20 cm. Meski demikian, Jamhuri berjanji bakal memberikan ganti rugi sesuai harga apreisal. Namun itu jika terbukti melalui pengukuran ulang oleh BPN nanti.(ary/eno)(Ary Wicaksono/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Kabupaten Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s