Lebih Bermanfaat Menangkapi yang Masuk Daftar TO

Pro dan kontra soal operasi preman yang sekarang gencar dilakukan aparat kepolisian terus berdatangan dari masyarakat. Tidak bermaksud untuk memihak yang pro maupun kontra, mantan anggota Arghomz, H. Anang Sobarudin pun angkat bicara mengenai persoalan ini.

Ketika ditemui di tempat kerjanya kemarin pagi, pria yang bekerja sebagai security ini menyambut dengan hangat. Petugas keamanan kelahiran Malang 13 September 1942 ini langsung mempersilahkan Malang Post masuk ke dalam.

Tutur katanya begitu sopan. Sama sekali tidak menunjukkan jika ia pernah menjadi salah satu orang yang paling dicari oleh aparat keamanan dalam operasi preman awal era 1980-an.

‘’Silahkan. Mau bertanya apa saja boleh. Saya akan menjawab dengan apa adanya dan tidak ada yang perlu ditutup-tutupi. Kalau dulu memang saya sering berbicara tidak benar. Tapi sekarang saya tidak mau seperti itu lagi. Apalagi saya sudah pergi haji dan sudah taubatan nasuha,’’ ujarnya di awal wawancara.

Kakek sembilan cucu ini dengan runtut menceritakan bagaimana kondisi operasi preman yang terjadi puluhan tahun yang lalu, ketika ia masih menjadi bagian dari Arghomz.

Saat itu, cerita dia, pihak aparat melakukan operasi preman dengan nama ‘petrus’ tanpa menyelidiki terlebih dahulu apa sebenarnya kegiatan yang dilakukan oleh gengnya itu. Ibaratnya, aparat ini tidak mengenal Arghomz, tetapi sudah men-judge jika Arghomz adalah kumpulan preman.

‘’Padahal sebenarnya tidak begitu. Dulu geng kami ini hanya kumpulan anak muda, mungkin hampir sama seperti yang ada saat ini. Hanya saja jumlahnya cukup besar. Kalau kami dikatakan melakukan kenakalan remaja, tidak perlu sampai dianggap preman. Kenakalan remaja itu kan dari tahun ke tahun tetap ada,’’ ungkap Sobar.

Saat ramai-ramainya operasi preman dilakukan, Sobar sempat menjadi salah satu yang ditangkap. Namun nasibnya lebih beruntung dibanding teman-temannya.

Ia tidak sampai dikurung, hanya diperiksa dan dicecari pertanyaan, kemudian dilepas, karena memang ia tidak bersalah. Setelah dilepas, Sobar melanjutkan kehidupannya dengan bekerja di beberapa tempat sebagai security karena ia memiliki pengalaman sebagai anggota Korps Komando Angkatan Laut (sekarang marinir) selama 15 tahun.

Awal tahun 2001, keinginan untuk merubah hidupnya timbul. Selama hampir tiga tahun, ia pun belajar mengaji di pesantren Miftakhul Huda Probolinggo.

Setelah kembali ke Malang lagi, ia diajak bekerja di salah satu perusahaan milik Edi Rumpoko. Tahun 2006, ia pun diajak menunaikan ibadah haji secara cuma-cuma. Sejak saat itulah jalan hidupnya lebih terarah dan dia memilih untuk lebih dekat dengan Sang Pencipta.

Tanpa bermaksud membela orang-orang yang dianggap preman oleh aparat, Sobar berharap agar aparat tidak lagi menangkap sembarang orang.

Akan lebih bermanfaat jika pihak aparat berkonsentrasi untuk menangkapi orang-orang yang masuk dalam daftar TO (buronan). Tindakan tersebut jauh lebih bermanfaat karena yang ditangkap memiliki catatan kejahatan yang lebih jelas.

‘’Saya kasihan melihat orang-orang di jalan, ditangkap langsung dilempar begitu saja masuk ke mobil operasi. Anak parkiran di depan stasiun saja juga kena. Padahal dia nggak ngapa-ngapain. Untungnya waktu itu dia bisa keluar karena rekan-rekannya bisa menunjukkan identitas kalau dia ini tukang parkir di sini. Akan lebih baik lagi kalau mulai sekarang yang ditangkap itu yang masuk dalam daftar TO saja. Lebih jelas,’’ terangnya.

Suami Rumiyati ini juga berpesan kepada generasi muda, agar tidak menjadi korban salah tangkap sebaiknya menata kehidupan dengan lebih terarah.

Lebih baik jika mereka mulai mencari pekerjaan daripada sekadar nongkrong-nongkrong di pinggir jalan. Jika mereka memiliki pekerjaan, mereka pasti tidak akan jadi korban operasi preman. (noer adinda zaeni)
(dinda/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s