MIJS Dikte Depag

Madrasah Ibtidaiyah Jenderal Sudirman (MIJS) rupanya sudah menyiapkan langkah-langkah strategis menjelang pergantian nama menjadi SD Insan Amanah. Salah satunya dengan mengajukan permohonan kepada Departemen Agama (Depag) Kota Malang agar siswa kelas enam MIJS bisa mengikuti Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) di MIN Malang 1. Artinya MIJS akan menjadi sekolah penggabung di MIN Malang 1. Namun anehnya, meski meminta digabung, tapi mereka mengharap agar pelaksanaannya tetap bisa dilaksanakan di MIJS sendiri.

“Kami merasa MIJS sudah mendikte Depag untuk menuruti keinginan mereka. Buktinya sudah ada tempat yang ditentukan, termasuk agar ada izin ujian tetap di sekolah mereka. Ini kan belum pernah terjadi, ada sekolah penggabung yang ujian di sekolahnya sendiri. Namanya penggabung itu ya ujiannya di sekolah penyelenggara,” ungkap Plt Kepala Depag Kota Malang, H Sapardi kepada Malang Post kemarin.

Jika pelaksanaan ujian MIJS jadi digabungkan dengan MIN Malang 1, menurutnya harus ada izin khusus dari Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan (UPTD) Kota Malang. Sebab, artinya terjadi penggabungan lintas rayon. MIJS di rayon Lowokwaru dan MIN Malang 1 di rayon Klojen. Memang dari segi keuntungan, MIJS banyak diuntungkan dengan panggabungan di MIN Malang 1 ini. Karena nama besar MIN Malang 1 tentu akan sangat menguntungkan, apalagi ijazah siswa yang lulus nantinya akan ditandatangani kepala MIN Malang 1.

Hak MIJS untuk menyelenggarakan UASBN sendiri memang sudah diambil alih Depag karena kasus yayasan yang terjadi di sana. Pada UASBN 2008 lalu, MIJS bisa mengikuti UASBN sendiri di sekolahnya setelah ada PJS kepala sekolah yang ditugaskan dari Depag. Namun pada Juli 2008, tugas PJS sudah habis, sehingga saat ini kepemimpinan ada pada kepala sekolah yang ditunjuk yayasan. Sekarang ini, karena tidak bisa sebagai sekolah penyelenggara ujian, MIJS memilih menggabung pada MIN Malang 1.
“Permohonan MIJS ini masih akan kami bicarakan lagi, kami akan mempelajari dulu apakah permohonan bisa dikabulkan atau tidak,” tegasnya.

Disinggung soal rencana perubahan nama MIJS menjadi SD Insan Amanah ini, pihaknya mengaku belum menerima permohonan resminya. Hanya saja ia mengharapkan, kalau memang mau berubah hendaknya menunggu tahun ajaran baru. Dan perlu difikirkan pula bagaimana pengaturan status siswa di sana.(oci/lim) (Lailatul Rosida/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Malang, Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s