Pemda Tak Bisa Habiskan Anggaran

Menjelang tutup tahun 2008, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Mardiyanto meminta pemerintah daerah segera memanfaatkan anggaran yang masih tersisa. Mantan panglima Kodam IV/ Diponegoro itu mengeluhkan rendahnya daya serap Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tingkat provinsi.

Menurutnya, daya serap anggaran provinsi seluruh Indonesia per 10 Oktober 2008 sekitar 53,29 persen, dari perkiraan total keseluruhan nilai anggaran provinsi sebesar Rp100,145 triliun. Mantan Gubernur Jawa Tengah itu meminta seluruh daerah agar berupaya meningkatkan daya serap anggaran. Mardiyanto juga mengingatkan agar pemda serius mencermati Sisa Lebih Anggaran (SILPA).

‘’Kita tahu data tahun anggaran 2007 ternyata Sisa Lebih Anggaran seluruh Indonesia diperkirakan mencapai angka kurang lebih sebesar Rp 45 triliun,’’ ungkap Mardiyanto saat membuka Rapat Kerja Keuangan Daerah Tahun 2008 di Jakarta kemarin ( 18/11). Acara dihadiri para sekretaris daerah (sekda) provinsi, kabupaten/kota dan Kepala Biro Keuangan Provinsi seluruh Indonesia.

Masalah lain yang dikritik Mendagri adalah mengenai masih tingginya jumlah dana daerah yang disimpan dalam bentuk deposito atau SBI. Pemerintah daerah diminta ikut membantu mengatasi dampak krisis keuangan global. Caranya, mempercepat kesejahteraan rakyat dengan cara mengoptimalkan pemanfaatan seluruh dana daerah secara profesional dan tepat waktu.

‘’Karena hakekatnya dana yang tak termanfaatkan pada akhir tahun anggaran merupakan tertundanya masyarakat untuk dapat lebih sejahtera dengan prinsip value for money, apalagi ironisnya di sisi lain masih banyak fasilitas kesehatan dan pendidikan yang secara kualitas dan kuantitas masih sangat terbatas di daerah-daerah tersebut,’’ kata Mardiyanto.

Mendagri juga minta agar dalam berbelanja, pemerintah daerah mengutamakan produk dalam negeri guna memperluas pasar produk domestik dan membatasi impor agar menghemat devisa. ‘’Pemda mohon membatasi dan menunda belanja jenis tertentu yang dipandang kurang efektif,’’ katanya.
Mendagri juga meminta pemda konsisten terhadap amanat konstitusi untuk mengalokasikan dana pendidikan sebesar 20 persen dari total belanja daerah.

‘’Selain itu, harus tetap konsisten dalam upaya melakukan penghematan penggunaan energi,’’ ujar menteri yang lebih suka menggunakan lift dan memilih naik tangga untuk menuju ruang kerjanya di lantai II gedung Depdagri itu. (rdl/iro/jpnn/avi) (jpnn)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s