Penyalahgunaan Penjualan Pupuk Bersubsidi

Barang bukti pupuk bersubsidi yang diduga disalahgunakan penjualannya. Harusnya di Wagir tapi dijual di Gondanglegi. (AGUNG PRIYO/MALANG POST)

Barang bukti pupuk bersubsidi yang diduga disalahgunakan penjualannya. Harusnya di Wagir tapi dijual di Gondanglegi. (AGUNG PRIYO/MALANG POST)


Sebanyak 6 ton pupuk Kaltim bersubsidi pemerintah Selasa (18/11) sore lalu diamankan petugas Polres Malang, dari tangan Irawan Aj, selaku pengecer resmi Wagir, yang berdomisili di Perum Bumi Mas Indah, Wagir. Penyitaan pupuk itu, karena petugas menduga ada penyalahgunaan penjualan pupuk bersubsidi pemerintah itu.

Pupuk yang seharusnya dijual kepada para petani di daerah Kecamatan Wagir dijual di luar pertanggung jawabannya. Yaitu dijual kepada petani di Kecamatan Gondanglegi.

“Ada dua jenis pupuk yang disalahgunakan. Yakni jenis Orea sebanyak 70 sak dan jenis ZA sebanyak 50 sak. Dan saat ini pupuk itu sudah kami amankan. Namun, untuk proses lanjutnya, kami masih akan memeriksa pengecernya. Apakah benar disalahgunakan atau tidak,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Radiant, Sik kepada Malang Post.

Keterangan yang diperoleh, pupuk bersubsidi pemerintah dari Distributor PT Alva Cahaya Raya, yang berkantor di Desa Tunjungtirto Kecamatan Singosari, ini diamankan petugas di Jalan Raya Pakisaji, Malang, sekitar pukul 14.00 WIB. Pupuk tersebut diangkut dengan truk Nopol N 8886 UD, yang dikemudian Joyo Santoso, 35 tahun dan Kodhir, 25 tahun, warga Desa Jedong, Wagir.

Sedianya, pupuk tersebut akan dikirim ke daerah Kecamatan Gondanglegi. Namun, belum sampai melakukan pengiriman, petugas yang sebelumnya sudah mencurigai truk itu langsung menghentikan. Dan begitu diperiksa petugas mengendus kecurigaan penyalahgunaan penjualan. Makanya petugas langsung mengamankannya ke Polres Malang.

“Yang jelas, pengecer kami sangka dengan pasal 14 junto pasal 19 ayat 2 Permendagri nomer 21/2008, junto pasal 6 ayat 1 huruf C Undang-undang darurat nomor 7/1995, tentang pengusutan, penuntutan dan peradilan tindak pidana ekonomi. Yang mana ancaman hukumannya adalah satu tahu penjara,” terang Radiant.

Sebelumnya petugas Polres Malang, juga pernah dua kali membongkar penyalahgunaan penjualan pupuk bersubsidi pemerintah. Pertama pada tahun 2007 lalu, di Kecamatan Pagak. Dan kedua pada awal tahun 2008 di Kecamatan Bululawang. Untuk di Kecamatan Bululawang sendiri, waktu itu petugas berhasil membongkar sebanyak 302 ton pupuk ZA bersubsidi pemerintah, yang disalahgunakan oleh Distributor Gondanglegi, yakni Jimy Gunawan. Pupuk tersebut disimpan di gudang saudaranya, yakni Efendi Raharjo, 61 tahun, di Jalan Raya Krebet 156 Bululawang.

Dimana seharusnya pupuk ZA dari UD Agro Sumber Makmur, milik Jimy Gunawan, itu di distribusikan di KUD wilayah Kecamatan Gondanglegi, Ngajum, Kepanjen, Dampit, Turen, Sumbermanjing, Gedangan, Pagelaran, Tirtoyudo, Bantur, Ampelgading dan Kecamatan Tumpang. Namun saat itu malah justru diditribusikan ke KUD Kecamatan lain. Di antaranya adalah KUD Kecamatan Kedungkandang Kota Malang, sebanyak 15 ton, KUD Pakisaji, 21 ton, KUD Pakis, 42 ton serta KUD Kepanjen, 14 ton.(agp/lim)
(Agung Priyo/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Kabupaten Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s