Rekayasa Surat Waris

Persoalan pemalsuan Surat Keterangan Waris yang dilakukan Yayuk Sri Wilujeng dan Titahing Widhi masih belum juga terkuak. Ini terjadi karena keberadaan Lurah Bareng yang saat itu menjabat, Suwardi, sulit dilacak.

Ketika Malang Post mendatangi Kantor Kelurahan Bareng kemarin siang, Lurah Bareng, Nugroho Dwi Putranto mengaku tidak mengetahui keberadaan pendahulunya itu. Bahkan ia sendiri tidak pernah berhubungan dengan Suwardi karena sebelum ia menjabat, Suwardi sudah digantikan oleh lurah baru, Sinarni.

‘’Wah, kita ya nggak kenal dengan beliau. Tapi setahu kita, orangnya sudah pensiun dan sekarang tinggal di Sukun. Tapi kita juga nggak tahu di Sukun sebelah mana,’’ ungkap Noegroho pada Malang Post.

Suwardi memang menjadi orang yang dicari terkait adanya Surat Keterangan Waris yang dikeluarkan tanggal 21 Mei 2004 itu. Pasalnya dalam surat itu, Suwardi ikut tanda tangan dengan keterangan menyaksikan dan membenarkan adanya Surat Keterangan Waris yang menyebutkan jika Yayuk dan Titahing adalah anak hasil perkawinan dari (alm) Soemardiyah dan (alm) Sentot Wardoyo.

Karena kesulitan melacak keberadaan Suwardi, Malang Post mencoba mencari salah satu saksi yang saat itu ikut tandatangan. Salah satu saksi dalam surat tersebut adalah Edy Sukiswo yang saat ini menjabat sebagai Lurah Bunulrejo.

Ia mengaku dirinya ikut menandatangani Surat Keterangan Waris itu atas perintah dari Suwardi. Saksi yang dimaksud dalam surat ini bukanlah orang terdekat dari ahli waris tetapi merupakan perangkat desa.
Ketika peristiwa itu terjadi, Edy masih menjabat sebagai Sekretaris Kelurahan Bareng. Ia menjadi saksi bersama Nuralim yang saat itu menjabat sebagai Kasi Pemerintahan.

‘’Saat itu, saya sendiri hanya menjalankan perintah atasan. Saya tidak tahu kebenaran dari surat tersebut, apakah memang Yayuk dan Titahing ini anak kandung atau bukan. Saya hanya sebagai saksi formalitas jika Surat Keterangan waris ini pernah dibuat oleh keduanya,’’ kata Edy saat ditemui Malang Post di ruangan kerjanya.

Dari Edy ini juga, Malang Post berhasil mendapat nomor telepon Suwandi. Sayangnya ketika dihubungi sore kemarin, Suwardi dikatakan tidak ada di rumah. Ia baru saja pergi meninggalkan rumah. (nda/avi) (dinda/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s