Rendah, Kesadaran Tera Ulang

Sekitar 10 persen dari 600 pemilik timbangan di Batu tidak melakukan tera ulang timbangannya. Padahal tera ulang timbangan untuk kepentingan pemilik timbangan sekaligus perlindungan konsumen.
Hal ini diungkapkan Koordinator Teknis Timbangan, Balai Pelayanan Kemetrologian Malang, Maftuh Suyudi disela-sela tera ulang timbangan di Pasar Batu, kemarin siang.

“Tera ulang merupakan kewajiban yang dilakukan setiap tahun oleh pedagang yang memiliki timbangan. Karena tidak tera ulang, pedagang pemilik timbangan akan rugi sendiri,” kata Suyudi.

Jika pedagang pemilik timbangan tidak tera ulang timbangannya, maka pedagang tersebut akan ditinggalkan oleh konsumennya. “Karena timbangannya tidak cocok lagi, konsumen merasa dirugikan,” kata Yudi-sapaan akrab Maftuh Suyudi.

Sedangkan tera ulang timbangan sebagai bentuk perlindungan konsumen, kata dia untuk memastikan berfungsinya timbangan secara maksimal. “Jadi barang yang dibeli saat ditimbang tidak terkurangi jumlahnya,” jelasnya.

Soal 10 persen pemilik timbangan yang tidak melakukan tera ulang timbangan, kata Yudi, dikarenakan sejumlah alasan. “Diantaranya karena kendala transportasi yang sulit dijangkau sehingga tidak bisa membawa timbangan ke lokasi tera ulang,” kata dia.

Alasan lainnya, kata dia, karena pemilik timbangan tidak tahu dan terlambat mendapat informasi tentang kegiatan tera ulang. Sehingga, sampai kemarin mereka tidak datang ke lokasi tera ulang.
Namun demikian, dia mengimbau agar para pemilik timbangan memanfaatkan kegiatan tera ulang timbangan di Kota Batu yang masih berlangsung hingga Jumat (21/11) mendatang.

Sedangkan bagi yang tidak berkesempatan datang ke lokasi tera ulang, kata Yudi, biasanya datang ke kantor Metrologi di Jalan Arismunandar, Kota Malang. “Di kantor selalu ada petugas yang siap melakukan tera ulang timbangan,” katanya.

Kegiatan mengukur ulang aneka timbangan di Pasar Batu kemarin disambut antusias para pemilik timbangan. Kendati dipungut biaya, ratusan timbangan dijejerkan di depan pasar menunggu pengujian ulang oleh petugas.

Biaya tera ulang berdasarkan jenis timbangan. Untuk timbangan sentisimal dikenai biaya Rp 55 Ribu, dacin logam Rp 40 ribu dan timbangan meja Rp 30 ribu. (van/eno) (Vandri van Battu/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Batu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s