SMPN 5 Sosialisasikan SBPP

Hari ini rencananya, Kepala SMPN 5 Malang Drs Hadi Hariyanto M.Pd akan mengundang wali murid guna sosialisasi penetapan Sumbangan Biaya Pengembangan Pendidikan (SBPP). Sosialisasi hari ini sebagai pemaparan atas hasil pemetaan yang sudah dilakukan sekolah kepada siswanya.

“Sebelum sosialisasi kami sudah melakukan pemetaan kepada siswa. Sehingga kami sudah tahu berapa siswa yang bebas biaya SBPP alias nol, berapa yang harus mensubsidi dan berapa yang bisa negosiasi,” tegasnya kepada Malang Post.

Pemetaan itu menurut dia dilakukan dengan datang langsung ke beberapa orang tua yang perlu di home visit. Untuk memastikan apakah memang yang bersangkutan layak digratiskan atau tidak. Pemetaan ini dilakukan sendiri oleh para guru, sehingga hasilnya tidak diragukan. Faktanya memang ada banyak siswa yang harus dibebaskan karena kondisi keluarganya yang tidak mampu. Jumlahnya pun menurut Hadi tidak sedikit. Sayangnya ia belum bisa menyebutkan angka pastinya.

“Besok (hari ini,red) saja datang ke sekolah. Karena sudah ada angka berapa siswa yang memang pantas nol, dan berapa yang harus memberikan partisipasi lebih besar. Sebab, terus terang saja utang sekolah banyak sekali untuk biaya pembangunan sarana prasarana. Di bagian belakang saja semua gedung sekarang sudah lantai dua, dananya diharapkan bisa segera ditutupi orang tua,” tuturnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Koordinator Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kota Malang ini menguraikan, tahun ini pihaknya sudah mulai memangkas beberapa program yang sifatnya untuk guru. Misalkan saja tunjangan wali kelas yang dulunya Rp 75 ribu kini hanya Rp 25 ribu saja. Juga pemangkasan bahkan penghapusan insentif yang lain. Dengan harapan, beban yang harus ditanggung masyarakat tidak terlalu besar. Ia berharap peranan orang tua untuk mensukseskan program yang sudah dirancang sekolah.

“Kalau mau mengandalkan SPP saja tanpa ada SBPP bisa saja, tapi hanya cukup untuk operasional. Sementara untuk pembangunan dan kelengkapan sarana prasarana tidak akan bisa dicapai tanpa partisipasi orang tua,” tandasnya.(oci/lim) (Lailatul Rosida/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Malang, Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s