Temuan Kincir Air Kaki Angsa Direspon

Dua penemu Kincir Air Kaki Angsa dari UM. Dari kiri Djajusman Hadi dan Budiharto sedang memaparkan hasil temuannya. (Lailatul Rosida/Malang Post)

Dua penemu Kincir Air Kaki Angsa dari UM. Dari kiri Djajusman Hadi dan Budiharto sedang memaparkan hasil temuannya. (Lailatul Rosida/Malang Post)


Kincir Air Kaki Angsa, temuan dua staf Universitas Negeri Malang (UM), yaitu Djajusman Hadi dan Budiharto diseriusi Kementrian Energi Sumberdaya Mineral (ESDM). Melalui Balitbang ESDM, produk penghasil energi alternatif itu akan dikomersilkan. Karena itu, diharapkan ada penyempurnaan teknologi sebelum tahapan komersialisasi yang ditargetkan pada 2011 mendatang.

Menurut Sekretariat Badan Litbang ESDM Deden Sukarna, Kincir Air Kaki Angsa ini sebenarnya sudah banyak dipesan daerah-daerah. Akan tetapi karena masih butuh penyempurnaan, maka diharapkan produk bisa lebih efektif dan efisien dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) misalnya.

“Kami melihat temuan ini nantinya akan lebih murah dibandingkan PLTMH. Tapi untuk kepastiannya akan kami perhitungkan ekonomisnya. Hanya kalau melihat teknologinya yang sederhana, kami optimis kincir air kaki angsa ini bisa dimanfaatkan desa-desa yang belum terjangkau aliran listrik,” kata Deden, yang kemarin memimpin rombongan ESDM ke UM.

Beberapa penyempurnaan yang diharapkan menurut dia, seperti dari materialnya. Ada masukan yang menyarankan agar saat kincir air bekerja, tidak menimbulkan bunyi yang terlalu keras dan mengganggu. Karena itu, butuh penyempurnaan dari pemiliknya. Penyempurnaan ini bisa dilakukan melalui penelitian kolaborasi sehingga bisa cepat rampung dan sesuai target pada 2011 sudah bisa dikomersilkan. Untuk komersialisasi tersebut, ESDM mengaku siap menjembatani antara perguruan tinggi sebagai penemunya dengan industri sebagai pemakainya.

Sementara itu, Kabid Program Puslitbang Teknologi Ketenaga Listrikan Energi Baru Terbarukan Jakarta, Hartono menegaskan, alat itu menawarkan kemudahan dari temuan sebelumnya. Misalnya, untuk menghasilkan energi listrik tidak dibutuhkan air yang jatuh, cukup air mengalir saja bisa digerakkan dan menghasilkan energi listrik. Sehingga jika ditanam di sungai, sebuah sungai akan panen listrik.

Sementara itu, Budiharto menuturkan alat tersebut telah diujicobakan di Malang sejak 2006. “Kincir Air Kaki Angsa” ini berbeda dari jenis kincir air sebelumnya, yang membedakan adalah tidak memerlukan ketinggian, dan cara pembuatan bendungan. Efisiennya, alat ini dapat dipasang di sungai dangkal hingga tenggelam, dan dapat difungsikan di laut untuk mendapatkan energi listrik yang jauh lebih besar. (oci/udi) (Lailatul Rosida/malangpost)

Iklan

3 Komentar

Filed under Malang

3 responses to “Temuan Kincir Air Kaki Angsa Direspon

  1. goenaw

    bos, sangat menarik. bisa minta rincian biaya/rab pembangunan pltmh kincir air?ditunggu di goenaw@gmail.com. thx

  2. Mohammad Lubis Lancara

    Pa, mohon info yang detil sehingga bisa terapkan diprogram yang kami fasiltasi dimasyarakat. mohon melalui madlubis70@yahoo.co.id

  3. Andripul

    Bagus sekali dimana info u/mendapatkan nya,andripul-riau

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s