Usulkan SK Standar Gaji dari Pihak Sekolah

Persatuan Guru Tidak Tetap Indonesia (PGTTI) Malang meminta Pemkot Malang tidak sekadar menghapus insentif. Namun, menggantinya dengan kebijakan lain yang bisa menentramkan guru GTT. Nurul Yaqin, ketua PGTTI Malang mencontohkan, Pemkot Malang bisa mengeluarkan surat keputusan standar penggajian GTT oleh sekolah.

Dengan mengeluarkan standar penggajian, maka setidaknya penghasilan GTT seragam. Tidak terlalu kecil seperti yang terjadi saat ini. Dari pengamatannya, gaji GTT berkisar Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu per bulannya. “Silahkan lah insentif dihapus. Tetapi, naikkan penghasilan mereka dari sekolah. Keluarkan SK agar sekolah menggaji sesuai standar,” usulnya.

Alternatif kedua, Pemkot dan Diknas Kota Malang juga bisa mengganti dengan kebijakan pemberian SK pengangkatan menjadi honorer daerah. Dengan SK honorer daerah itu, GTT khususnya yang ada di sekolah negeri bisa ikut sertifikasi. Dengan ikut sertifikasi, maka penghasilan GTT pun bisa bertambah.

Saat ini, GTT di sekolah negeri tidak bisa ikut sertifikasi. Sebab mereka bukan guru PNS, bukan pula guru tetap yayasan. Mereka adalah GTT. Posisinya ada di tengah-tengah alias tidak jelas. “Kalau dibiarkan saja, bagaimana nasibnya. Jumlah GTT kian banyak,” kata Nurul.

Nurul juga mengusulkan agar penghapusan insentif diikuti dengan upaya pemkot dan diknas mencari sumber insentif lain dari APBD Jatim maupun dari APBN. Dengan begitu, GTT tidak kehilangan penghasilan. “Gaji GTT itu kecil sekali dibanding PNS. Masak tega menghapus tanpa diikuti kebijakan lain,” katanya. (yos/lia/radarmalang)

Iklan

2 Komentar

Filed under Malang, Pendidikan

2 responses to “Usulkan SK Standar Gaji dari Pihak Sekolah

  1. kang Jalil

    lek ngono aku yo gelem no dadi GTT, gaji gak usah banyak2 cukup aja satu sekolah ng-gaji 500 rbu. nanti tak mulang 4 sekolah. Klo masing masing 500, 4 sekolah hitung sendiri!!!!!! gak pegawai negeri gak papa deeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeh……..

  2. resex

    kang jalil lek ngomong koyok wong goblok Poll, yo gak iso guru ngajar 4 sekolahan. soale guru mesti kudu ngajar full. dadi nasib pe guru iku sik soro kang. tapi dikongkon minter anak bangsa…. sing genah ae?!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s