Ngotot Jadikan Kigumas Perusahaan Daerah

Nasib PT Kigumas kini sedang menjadi pembahasan serius di Pemkab Malang. Salah satu yang paling mungkin dilakukan adalah mengubah status Kigumas dari PT menjadi PD (perusahaan daerah). Pengalihan status tersebut dinilai mampu menjadikan pabrik yang mangkrak tersebut beroperasi lagi. Karena, APBD dibenarkan untuk membantu permodalan.

Wakil Bupati Malang Rendra Kresna mengatakan, selama ini persoalan utama yang membelit PT Kigusas adalah kasus hukum yang sedang diproses kejari. Manajemen sibuk untuk mengurusi masalah hukum itu. Akibatnya, operasional pabrik yang telah menghabisakan anggaran Rp 27 miliar itu terkatung-katung. Selain itu, biaya modal untuk mengoperasikan pabrik tersebut juga sudah habis. “Kami masih yakin kalau ada suntikan modal akan bisa beroperasi,” kata Rendra.

Rendra menyampaikan, wacana mengubah ke PD itu sudah pernah dibahas. Saat ini statusnya memang masih PT, karena sahamnya dimiliki dua lembaga, yakni Desa Ganjaran Kecamatan Gondanglegi yang memiliki tanah dan Pemkab Malang.

Pemkab sudah mencoba membicarakan dengan pihak desa dengan membeli lahan agar seluruh aset PT Kigumas menjadi milik pemkab. Tetapi, pihak desa tidak membolehkan untuk dibeli. Melainkan desa meminta agar tanah itu diganti di tempat lain. “Sampai saat ini belum ada anggaran termasuk lahan yang memiliki nilai sama. Nilainya sekitar 1,2 miliaran,” ujar Rendra. Meski demikian, pemkab masih akan terus mengupayakan untuk mengubah status itu.

Anggota panggar DPRD Kabupaten Malang Hikmah Bafaqih sepakat jika tujuan pemkab benar-benar ingin memperbaiki Kigumas. Hanya, menurut dia, apapun namanya yang terpenting adalah manajemennya profesioanal. Bukan orang pesanan atau hanya untuk memberikan tempat bagi PNS yang pensiun. “Selama ini PD yang ada kan begitu-begitu saja,” ujar politisi PKB ini.

Menurut dia, jika pabrik yang dibangun pada 2001 itu masih bisa dioperasikan dan menguntungkan, maka tidak masalah kalau pendanannya dari APBD. Tetapi jika memang benar-benar tidak mungkin, maka hendaknya juga harus realistis daripada membuang anggaran yang besar tetapi tidak ada hasil. “Lebih baik dijual saja,” tegasnya.

Kemudian, soal bantuan permodalan, sejauh ini belum ada pengajuan dari Pemkab Malang dalam draf APBD 2009 yang sedang dibahas. Dengan begitu, dia menilai rencana tersebut merupakan wacana yang masih panjang. “Sebenarnya sangat disayangkan, karena filosofi pembangunan pabrik itu sangat baik, yaitu untuk membantu para petani tebu,” katanya. (lid/ziz/radarmalang)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Kabupaten Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s