Para Penerus Kerajaan Bisnis di Malang Raya

Beberapa pebisnis papan atas di Malang, sudah mulai meninggalkan ‘tahta’ dan menyerahkan kepada penerusnya. Tak heran jika kerajaan-kerajaan bisnis saat ini, mulai dijalankan anak-anak muda. Siapa saja mereka yang menjadi putra mahkota kerajaan bisnis tersebut?

NAMA besar Basuki Lacasa, salah satu galeri seni penghasil produk-produk furniture antik di Malang, tak lama lagi, akan digantikan dengan nama Basuki Putri Lacasa. Sesuai dengan namanya, bisnis yang sama, akan digeluti putri ke tiga Hery Basuki, Yoeke Rachma Yuliana.

Nama yang hampir sama, juga bisa dijumpai di Balikpapan yaitu dengan nama Basuki Putra Lacasa yang dijalankan anak ke dua Basuki.

Yoeke bisa dibilang masih sangat ingusan dan baru seumur jagung menekuni bisnis yang sebelumnya dibesarkan sang ayah. Tapi alumnus STIE Malangkucecwara Malang (STIE MCE) ini, sudah mendapatkan kepercayaan besar dari sang Ayah untuk meneruskan kerajaan bisnisnya.

‘’Sudah, kamu saja yang memberikan keterangan, karena kamu sekarang yang bertanggung jawab,’’ ungkap Basuki pendek saat Malang Post berkunjung ke galeri yang menjadi langganan kaum ‘the have’ ini.

Dengan sigap, wanita kelahiran Malang 17 Juli 1981 ini pun langsung menyambut hangat dan memberikan keterangan dengan lancar. Ia mengaku masih banyak harus belajar dari sang Papa untuk menekuni bisnis yang cukup menjanjikan itu.

Karenanya, wanita cantik ini rela terjun sendiri ke lapangan bahkan menjaga stand pameran yang dibukanya di Malang Town Square (Matos). Dengan lancar ia menjawab detil usaha yang digelutinya, sampai cerita-cerita dibalik bisnis yang kini diembannya itu.

Padahal awalnya, Yoeke tak tertarik untuk berbisnis seperti ayahnya. Ia malah memilih bergabung di operator seluler dan menjadi customer service (CS) di sana. Hampir lima tahun, ia menggeluti pekerjaannya. Sampai akhirnya ia memutuskan keluar karena tengah mengandung putra pertamanya.
Saat hamil itulah, muncul keinginan yang sangat kuat untuk ikut berkarya di galeri. Mulailah ia mendesain produk-produk hingga menjadi konsultan untuk calon pembeli yang ingin rumahnya didesain dengan produk Basuki Lacasa.

‘’Ceritanya waktu itu aku memang mendesain sendiri kamar pengantin waktu aku dan suami menikah. Tiba-tiba teman papa yang datang ke rumah menyatakan tertarik untuk membeli satu set furniture yang aku rangkai. Akhirnya diboyonglah semuanya dari kamarku,’’ kenangnya sembari tertawa kecil.

Dari situlah, naluri seninya yang mungkin turunan dari sang ayah pun menguat. Ia pun jadi rajin mengelola usaha mebel itu. Beberapa even pameran besar pun pernah diselenggarakannya. Baik di Yogya, Bandung dan juga Malang.

Yoeke semakin mantap dengan bisnis ini, apalagi dukungan dari sang Papa selalu diperolehnya. Ia pun tak pernah berhenti belajar otodidak dari sang maestro yaitu ayahnya. Baik itu belajar mengenai desain, model, gambar dan lainnya.

Kalau untuk urusan marketing, ia memang sudah cukup mantap. Tapi soal bagaimana cara menangani customer, desain yang sesuai, dan hal-hal teknis seperti itu yang terus ia pelajari dari sang ayah.
‘’Papa sendiri sudah tua, dan sayang kalau seni yang sudah tercipta tidak diteruskan. Apalagi saya dasarnya memang suka seni, saya nggak mau seni itu hilang dan ingin meneruskan seni yang ada. Ini adalah murni keinginan saya dari hati,’’ tuturnya diplomatis.

Sosok yang ingin terus belajar dan tak pernah puas, itulah gambaran Yoeke. Meski banyak ilmu sudah didapatkannya dari sang ayah, ia mengaku masih ingin belajar desain di sekolah desain.

Ia berharap, bisa terus mengembangkan seni yang sudah ditorehkan sang ayah dan bisa mengembangkannya sesuai dengan style pribadinya yang suka modernitas tapi tak meninggalkan kesan etnik. (lailatul rosida) (rosida/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s