Suster Menolak Dikawal Petugas

(sueb / malang post)

(sueb / malang post)

Suster Agustina Winelci, staf pengajar di SPT IPI (sekolah Pastural Tinggi Ikatan Pastural Indonesia) Malang, harus menanggung beban yang tidak ringan.

Uang senilai Rp 120 juta yang seharusnya dipakai operasional yayasan, harus raib digondol perampok. Padahal, sejak awal Suster Agustina sudah ditawari untuk dikawal petugas, saat membawa pulang uang itu dari BRI Martadinata, Kamis (20/11) kemarin.

Ditemui di komples STP IPI Malang, Suster Agustina mengaku, Senin (17/11), dia juga mengambil uang dengan cara yang sama dan ditempat yang sama senilai Rp 150 juta.

‘’Kemudian Selasa (18/11), saya juga mengambil Rp 180 juta. Semuanya aman-aman saja. Karena selama ini, memang seperti itu,’’ papar wanita yang sejak 1999 telah tinggal di Malang ini.

Uang ratusan juta yang dia ambil, tambahnya, untuk keperluan adminitrasi dan akomodasi dalam rangka sertifikasi enam staf guru STP IPI ke Ende, Flores pada Minggu depan.

Namun keyakinan berlebihan itu, harus dibayar mahal. Meski sampai kemarin dia masih shock, tapi Kamis sore hari, dia tetap berani mengambil uang lagi senilai Rp 120 juta. Tapi kali ini dikawal petugas kepolisian.

Keberanian Suster Agustina yang selalu membawa uang ratusan juta tanpa kawalan, juga dibenarkan Yuyun Maulida, teler Bank BRI yang melayani Agustina, Kamis kemarin.

‘’Saya sudah menawarkan dikawal petugas, tapi dia menjawab membawa mobil sendiri,’’ ujar wanita berjilbab tersebut, sembari menyebut, Agustina memang sering mengambil uang dalam jumlah besar.

Selain itu, pihak bank sendiri juga menyiapkan pelayanan delivery service untuk nasabah yang ingin menarik uang dalam jumlah besar. ‘’Mereka tinggal telpon, kami yang antar jumlah uang yang akan diambil ketempatnya. Bahkan uang Rp 15 juta, juga kami antar,’’ kata Bambang Surono, Asisten Manajer Operasional Bank BRI Martadinata, ditempat terpisah.

Sementara di bank sendiri, juga sudah disiapkan tiga satpam, plus tiga petugas kepolisian yang disiagakan setiap harinya untuk mengamankan nasabah yang melakukan penarikan tunai dengan jumlah besar.

Sementara itu, petugas kepolisian menengarai, perampok yang berhasil membawa kabur uang Rp 120 juta yang dibawa Agustina Winelci, suster di Sekolah Pastural Tinggi Malang, Kamis (20/11) kemarin, diduga pelaku lama.

Hanya saja, identitas pelaku masih dalam penyelidikan petugas. Untuk mengungkap pelaku, Polresta Malang sampai harus berguru kepada Polres Malang. Alasannya, Polres Malang pernah mengungkap kasus serupa.

‘’Asumsi sementara, ada dugaan (perampoknya) pelaku lama. Namun siapa mereka, itulah yang masih dalam penyelidikan. Kita juga koordinasi dengan Polres Malang. Karena, Polres pernah menangkap pelaku dengan modus serupa,’’ kata Kasatreskrim Polresta Malang, AKP Kusworo Wibowo, kemarin.

Kusworo menambahkan, selain upaya penangkapan, petugas juga telah meminta BRI Martadinata untuk memblokir buku rekening milik sekolah. Buku itu ikut terbawa dalam tas yang berisi uang tunai Rp 120 juta.

‘’Informasi yang diberikan Agustina, buku rekening Bank BRI berikut ATM juga ikut dibawa kabur pelaku. Sementara uangnya sendiri, masih sekitar Rp 80 juta dari total Rp 200 juta yang diambil dari bank. Yang terbawa perampok Rp 120 juta,’’ katanya. (mg-1/sit/avi) (Sigit Rohnad/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s