Tripoten, Okura dan Sanomale Masih Dijual Bebas

Dinkes Kota Malang kemarin menemukan sedikitnya tiga obat yang dilarang dijual bebas. Yaitu Tripoten, Okura dan Sanomale. (NURDIANSAH/MALANG POST)

Dinkes Kota Malang kemarin menemukan sedikitnya tiga obat yang dilarang dijual bebas. Yaitu Tripoten, Okura dan Sanomale. (NURDIANSAH/MALANG POST)


Tiga jenis obat kuat untuk stamina pria yang masuk dalam 22 obat dan suplemen yang dilarang beredar oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), ditemukan di sejumlah apotek besar di Kota Malang. Temuan ini diketahui setelah siang kemarin Dinas Kesehatan Kota Malang menggelar sweeping. Ini sekaligus sosialisasi isi dari public warning BPOM Nomor KH.00.01.43.5847 yang dikeluarkan tanggal 14 November lalu.

Tiga jenis obat kuat yang ditemukan ini adalah Tripoten, Okura dan Sanomale. Tripoten dan Sanomale diketahui mengandung bahan kimia tadalafil. Sedangkan Okura diketahui mengandung sildenafil sitrat. Penggunaan bahan kimia obat ini dilarang karena dapat menyebabkan sakit kepala, diare, muntah, nyeri otot, nyeri dada dan nyeri punggung, hingga menyebabkan kehilangan potensi sex permanent.

PLT Kabid Dinkes Kota Malang, Supranoto mengatakan tiga apotek yang tertangkap basah masih menjual obat yang dilarang beredar oleh BPOM ini adalah Apotek Kimia Farma LA Sucipto, Apotek Griya Medika Borobudur, dan Apotek Kimia Farma Ijen. Jumlah yang ditemukan oleh Dinkes tidak terlalu banyak, yakni total 5 pak Tripoten yang masing-masing berisi 18 pil, serta beberapa butir dari dua jenis lainnya.

“Sebenarnya selain ketiga merek obat ini, juga ditemukan jamu kuat lainnya di beberapa toko obat yang kita datangi. Tetapi tidak masuk dalam daftar yang dikeluarkan oleh BPOM. Jamu-jamu ini mengandung bahan-bahan kimia obat,” ungkap Supranoto pada Malang Post usai melakukan sweeping di enam apotek yang tersebar di Kota Malang, siang kemarin.

Karena sifatnya hanya sosialisasi, Dinkes Kota Malang tidak sampai menindak tiga apotek yang masih menjual obat yang telah dilarang tersebut. Pihak Dinkes menginstruksikan kepada ketiga apotek itu untuk menarik obat tersebut dan tidak lagi menjual kepada konsumen.

“Di apotek-apotek lainnya juga sudah kita buat edaran supaya dari jenis-jenis obat yang dilarang ini tidak dijual belikan lagi dan ditarik atau dikembalikan kepada distributor obatnya,” sambung pria yang juga menjabat sebagai Kabid Farmasi dan Makanan Dinkes Kota Malang itu.

Sementara itu, selain melakukan sweeping di beberapa apotek, secara khusus pihak Dinkes juga mengunjungi distributor obat Tripoten, yakni Anugerah Argon Medika (AAM) yang berlokasi di daerah Pulosari. Dalam kunjungannya tersebut, pihak AAM sudah beritikad baik menarik suplemen untuk pria tersebut dari 142 apotek yang ada di Kota Malang, dengan cara mengirim fax untuk mengembalikan obat tersebut.

“AAM sudah beritikad baik dengan menarik produk Tripoten dari apotek-apotek. Kami sendiri sudah mendapat bukti dua tanda pengembalian Tripoten yang dimiliki AAM dari apotek Enggal Waras dan Sawojajar Indah. Kami menghimbau kepada apotek lain untuk segera mengikuti langkah tepat ini,” pungkasnya. (nda/lim) (Adinda Zaeni/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s