Bukukan Konsep Peserta Rumah Malangan

Peserta yang masuk enam besar dalam lomba konsep desain rumah khas Malang patut berbangga. Pasalnya, karya mereka akan dibukukan untuk menjadi bagian perkembangan sejarah di Kabupaten Malang. Gagasan itu kemarin sudah disepakati tim juri dan panitia lomba.

Ide pembukuan itu muncul dari salah satu juri yang juga penulis buku, Dukut Imam Widodo. “Ini luar biasa, karya anak-anak muda yang kreatif harus diabadikan. Jangan dibiarkan tercecer begitu saja,” ujar Dukut, usai menjuri 28 karya peserta lomba kemarin.

Dari penjurian yang dilakukan, Dukut banyak menemukan kreativitas para peserta. Rata-rata mereka telah mencari data yang cukup valid tentang referensi rumah khas Malang. “Menurut saya, 90 persen sudah masuk dan punya ciri khas Malang,” ujar penulis buku Malang Tempoe Doeloe dan Surabaya Tempoe Doeloe ini.

Karena itu, dia juga mendorong bagi peserta untuk menggali sejarah serta budaya tentang kabupaten. Hal ini untuk memperkaya pengetahuan serta pemahaman tentang sejarah di kabupaten. “Saya nanti yang akan menjadi pemrakarsa pembuatan buku serta pemasarannya,” ujarnya kemarin.

Menurut dia, konsep umum rumah khas Malang adalah limasan, bukan joglo. Meski sekilas ada kesamaan, tetapi filosofinya berbeda. Rumah limasan itu pada sisi kanan kirinya dikepras. Kini memang rumah semacam itu kian langka di Malang.

Sama dengan Dukut, Prof Dr Yoseph Priyotomo, guru besar arsitektur ITS yang menjadi juri lomba menilai kegiatan semacam ini belum pernah ada. Selama ini yang ada adalah lomba membuat konsep hunian sederhana atau lomba mendesain bentuk gedung, bukan rumah.

Sebagai orang asli Malang, dia bangga pada kegiatan yang diadakan Kantor Perumahan Pemkab Malang yang bekerja sama dengan Radar Malang dan REI ini. Menurut dia, kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian pemkab melestarikan budaya Malang. “Saya melihat respons peserta bagus sekali,” kata dia.

Namun, dia belum menemukan desain rumah khas yang menggabungkan antara khas Jawa dengan Madura. “Saya juga belum menemukan karya mbeling khas Arek Malang,” ujarnya. Misalnya, mengadopsi bahasa walikan khas Malang dalam bentuk bangunan.

Ketua Tim Juri Ir Budi Fathoni mengatakan, masukan untuk membukukan karya peserta tersebut akan ditindaklanjuti oleh panitia. Menurut dia, hal tersbut sebagai apresiasi besar dari panitia kepada para peserta. “Menurut saya karya-karya yang masuk layak untuk dibukukan,” kata dosen ITN ini.

Sementara itu, kemarin dilakukan penjurian terhadap 28 karya peserta. Karya yang masuk enam besar akan diumumkan Senin di Radar Malang sekaligus polling dari masyarakat selama satu minggu. Sedangkan tim juri dari lomba ini terdiri dari Dukut Imam Widodo, Dr Galih Wijil Pangarso (dosen arsitek Universitas Brawijaya), Prof Dr Ir Respati Wikantyoso (dosen arsitek Unmer), Ir Budi Fathoni (dosen arsitek ITN), Drs Dwi Cahyono M Hum (sejarawan dari UM), Tri Wedyanto (REI), Ibnu Sasongko, Rifai, serta Radar Malang. (lid/ziz/radarmalang)

Iklan

3 Komentar

Filed under Malang

3 responses to “Bukukan Konsep Peserta Rumah Malangan

  1. Terima kasih atas infonya….
    Sangat bermanfaat….

  2. baby-milo-arema

    aq liat di koran, masa yang masuk final ada konsep2 kolonial x geto dehh. Masa penjajahan kok mau diinget2 lagi, dijadiin tema utama lagi … cape deeh….. tyus ada rumah model developer juga kaya yang di araya tuh atawa permata jingga. biasa2 banget deh, kaya rumah2 yang udah ada sekarang. menurutq, kalo geto, rumah2 yang ada sekarang bisa dikatakan khas malang dong? Kalo geto, khas malang x dimana neh, aq kok bingung sebagai orang awam… apa juri x banyak yang ngantukk nehh ??? siapa neh yang osi jawab?? jangan dijadikan malang tambah rusak dong kota ongis nade tercintah ini !! cape deehhh …. ;_))) ayohh arema, bersatulah !!!!! kemana aja pak arsitektur nya nehhh !!!!

  3. KERA_NAHAMIREK

    mas baby milo…

    yang saya tahu itu terlihat dari konsep yang ada… kalo fasade bangunan, emang gak benardapet yang khas genaro ngalam…

    konsep yang memenculkan ide2 desain interior dan eksterior itulah yang jadi modal utaam buat batu pijakan desain hamur genaro ngalam sing asli….

    kalo sekedar fasade nanti koyoane fleksibel sam.. bisa diotak atik…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s