Sepuluh Ribu Kompor Jarak Produksi Malang Banjiri Pasar Indonesia

Menurut Eko, berat biji jarak 250 gram dapat menyalakan kompor api selama 75 menit (sas/PrasetyaOnline)

Menurut Eko, berat biji jarak 250 gram dapat menyalakan kompor api selama 75 menit (sas/PrasetyaOnline)

Kompor jarak Malang (KJM) yang diproduksi perajin kompor di wilayah Merjosari dan Tlogomas mulai awal 2008 lalu terus menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia. Kompor yang telah mengalami penyempurnaan beberapa kali tersebut menjadi alat alternatif untuk memanfaatkan jarak tanpa harus mengolahnya menjadi minyak atau biodiesel. Sedikitnya 10 ribu kompor produksi sentra kompor Malang itu dipakai di berbagai daerah.

Eko Widaryanto, penggagas KJM saat berada di rumahnya kemarin mengungkapkan, saat ini dia bersama dewan pertimbangan presiden tengah berkeliling untuk memasyarakatkan kompor jarak. Dan, kompor jarak Malang dinilai sebagai alat penunjang penggunaan bahan bakar alternatif yang layak digunakan. Daerah yang telah mengadopsi dan mencontoh kompor made in Merjosari dan Tlogomas itu antara lain Nusa Tenggara Timur (NTT), Karanganyar, Jogjakarta, Bali, Jawa Barat.

Selain ekonomis harganya, pemakaiannya pun tak merepotkan. Jarak sebagai bahan bakar alternatif tidak perlu melalui proses penyulingan untuk dijadikan minyak. Cukup dikupas, dimasukkan mulut kompor, disulut dengan api, langsung bisa digunakan untuk memasak. Sekitar 250 gram biji jarak kupasan bisa untuk memasak selama dua jam. “Sederhana dan siapa pun bisa,” ungkap dosen Budidaya Pertanian Universitas Brawijaya ini.

Menurut Eko, kalau merasa repot mengupas biji jarak, pihaknya menawarkan model kompor lainnya. Tetap berbahan baku jarak namun dalam bentuk briket biji jarak campur klenteng (biji pohon randu). Briket yang telah dipadatkan tinggal dimasukkan ke dalam kompor rekayasa. Setelah itu, disulut dan bisa untuk memasak atau keperluan dapur lainnya.

Menurut Eko, dengan harga minyak dunia sekitar 50 dolar Amerika per barel, sangat tidak ekonomis membuat biodiesel dari biji jarak. Sebab, untuk membuat biodiesel per liternya membutuhkan biaya Rp 12 ribu. “Jadi biodiesel tidak layak dikembangkan untuk saat ini,” katanya.

Kondisi di beberapa daerah di Indonesia, tanaman jarak pagar sudah banyak yang membudidayakannya. Karena itu, harus ada teknologi sederhana yang bisa memanfaatkan limpahan produksi biji jarak. Dan yang paling mungkin adalah dengan kompor jarak. Berbagai daerah berinisiatif memesan karena menganggapnya paling layak. “Semoga bisa kembali menghidupkan sentra perajin kompor Malang,” katanya. (yos/yn/radarmalang)

Iklan

6 Komentar

Filed under Malang

6 responses to “Sepuluh Ribu Kompor Jarak Produksi Malang Banjiri Pasar Indonesia

  1. Amanda Fortuna

    thanks atas referesinya

  2. Trima kasih atas hasil karyanya.
    saya mau tahu juka dijual 1 KJM harganya berapa?
    Mengenai bahan jaraknya jarak jenis apa? Trima kasih.

  3. berpa harga per unit 1 kjm.dimana distributor biji jarak. kami tinggal dibanyuwangi

  4. Ivan bahtera

    Berapa harga Kompor ? Bagaimana cara beli kompor ? dan dimana bis beli bahan bakarnya yang dekat dengan Jawa Tengah
    ?

  5. soyan

    ..aku pengen beliiiiii

  6. surya

    bisa minta alamatnya nih, kalau kemalang tak mampir. syukur bila ada info kita minat mungkin bisa mengembangkan di wil sekitar madiun. selain murah buat masyarakat menguntungkan kenapa ngak… spsifikasiya gimana..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s