Cukai Rokok Lebihi Target 4,32 triliun

Lokakarya dan workshop bagi pengusaha industri tembakau se-Kota Malang merupakan salah satu bentuk kegiatan yang bersumber dari dana bagi hasil cukai rokok. (NOER ADINDA ZAENI/MALANG POST)

Lokakarya dan workshop bagi pengusaha industri tembakau se-Kota Malang merupakan salah satu bentuk kegiatan yang bersumber dari dana bagi hasil cukai rokok. (NOER ADINDA ZAENI/MALANG POST)


Pendapatan cukai hasil tembakau di Kota Malang untuk tahun 2008 telah melampaui target. Awalnya dalam jangka waktu satu tahun ini, cukai hasil tembakau Kota Malang ditarget sebesar Rp 4,2 triliun. Namun belum habis tahun 2008, ternyata pendapatan cukai rokok di Kota Malang sudah mencapai angkai Rp 4,32 triliun.

Informasi ini dipaparkan oleh Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai Malang, Ir Barid Effendi, siang kemarin di sela-sela lokakarya dan workshop bagi pengusaha industri tembakau se-Kota Malang tahun 2008 yang digelar oleh Disperindagkop Kota Malang di Hotel Grand Palace.

“Angka Rp 4,32 ini dipastikan masih terus bertambah mengingat tahun 2008 ini masih menyisakan waktu lima minggu. Apalagi jumlah pabrik rokok di Kota Malang sebanyak 135 buah. Dan mudah-mudahan juga Kota Malang masih bisa menambah jumlah kontribusi untuk perolehan cukai nasional,” ungkap Barid pada Malang Post.

Besarnya perolehan cukai yang diberikan Kota Malang ini nantinya bisa berpengaruh terhadap jumlah dana bagi hasil cukai rokok yang akan diterima oleh kota dingin ini di tahun 2009 mendatang. Dijelaskan oleh pria berkacamata ini, dana bagi hasil cukai rokok ini nantinya akan dikembalikan ke Kota Malang melalui APBD 2009. Melalui APBD juga, nantinya dana bagi hasil cukai hasil tembakau ini akan disalurkan ke beberapa SKPD, utamanya yang berkaitan dengan tembakau dan sektor industrinya.

Selain itu, lanjut Barid, ada lima kategori kegiatan yang bisa dilakukan dengan dana bagi hasil cukai rokok ini. Yakni, perbaikan lingkungan sekitar pabrik, pemberantasan cukai palsu, sosialisasi per-Undang-Undangan tentang cukai, peningkatan kualitas bahan industri rokok dan pemetaan industri rokok.

“Sayangnya jika dana bagi hasil ini hanya digunakan untuk lima aspek ini terasa kurang maksimal. Sebab jumlah dana bagi hasil sangat banyak. Seharusnya dana bagi hasil ini bisa dimanfaatkan untuk kepentingan yang lebih besar daripada hanya untuk kepentingan yang berkaitan dengan tembakau dan industrinya,’’ terangnya.

Sementara itu, Jatim disebut-sebut sebagai provinsi yang paling potensial mendapatkan dana bagi hasil cukai hasil tembakau. Pasalnya Jatim merupakan provinsi yang memiliki industri hasil tembakau terbesar. Dalam APBN-P tahun 2008, jatim ditarget penerimaan cukai sebesar Rp 29 triliun atau 63,44 persen dari target nasuional yang sebesar Rp 45,7 triliun. Apabila target ini tercapai, diperkirakan Jatim akan mendapat dana bagi hasil cukai hasil tembakau sekitar Rp 580 miliar.

“Jumlah ini nantinya dialokasikan untuk pemprov sebesar 30 persen, pemkot/pemkab penghasil cukai sebesar 40 persen dan pemkot/pemkab yang bukan penghasil cukai sebesar 30 persen,” pungkasnya.(nda/lim) (Adinda Zaeni/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s