Pangdam Hanya Instruksikan Penggeseran

Instruksi dari Pangdam V Brawijaya tentang penggeseran lokasi Pasar Tugu dari sisi selatan ke sisi utara yang akhirnya berbuntut keputusan Wali Kota Malang, Drs Peni Suparto MAP untuk memindahkan Pasar Tugu ke Jalan Semeru sama sekali tidak didasari niatan untuk mengusir para pedagang. Penggeseran lokasi tersebut sebenarnya justru mengandung niatan baik dari pihak TNI AD.

Menurut Dandim 0833 Kota Malang, Letkol (Inf) Bahman instruksi yang dikeluarkan oleh Pangdam V Brawijaya itu tidak hanya mengayomi para pedagang, tetapi juga para pengunjung yang ingin berolahraga di Lapangan Rampal. Para pedagang bebas berjualan di kawasannya sendiri, sedangkan pengunjung yang ingin berolahraga juga bisa menikmati kegiatannya dengan nyaman.

“Kalau tempatnya dipisah seperti itu, akan ada dua pihak yang sama-sama diayomi. Yang pertama pedagang itu sendiri karena memiliki tempat yang khusus dan yang tak kalah pentingnya para pengunjung yang ingin berolahraga. Di sini nantinya tidak ada yang saling mengganggu atau merasa diganggu,” ungkap Bahman saat dihubungi Malang Post, kemarin siang.

Selain itu, lanjut Bahman, sesungguhnya petunjuk dari pimpinannya itu untuk menggeser Pasar Tugu dari selatan ke utara memiliki maksud agar omset pedagang lebih baik lagi. Selama ditempatkan di sisi selatan, omsetnya memang meningkat, tetapi belum maksimal.

“Logikanya begini, kalau sisi selatan dikhususkan untuk olahraga, maka yang datang berolahraga akan semakin banyak. Setelah berolahraga, pengunjung ini pasti akan beranjak ke sisi utara, alias ke Pasar Tugu. Entah sekadar refreshing atau mencari sarapan pagi. Selama ini pengunjung Pasar Tugu memang sudah cukup banyak, tetapi dari kalangan orang yang berolahraga masih sangat minim karena jumlah orang yang berolahraga sempat menurun, mengingat lahannya digunakan untuk pedagang,” terangnya.

Namun mengenai keputusan tegas dari Inep tentang pemindahan lokasi Pasar Tugu ke Jalan Semeru dan tidak mau digeser ke sisi utara seperti instruksi pimpinannya, pria asal Sulawesi ini tidak bisa berbuat banyak. Ia hanya bisa melakukan penyesuaian terhadap kebijakan terakhir yang dibuat oleh Inep maupun Pangdam.

“Apa yang menjadi keputusan keduanya sudah sama-sama final. Kita sesuaikan saja kebijakan terakhir yang mereka ambil,” pungkas pria murah senyum ini. (nda/jon) (Adinda Zaeni/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s