Puluhan Ribu Orang Berebut Kursi Tenaga Kontrak Deptan

Sedikitnya 10.229 orang dengan kompetensi pertanian kemarin bertarung memperebutkan kursi tenaga harian lepas Departemen Pertanian (deptan) RI. Saking banyaknya peminat, seleksi wilayah Jatim yang dipusatkan di GOR Ken Arok tersebut dilaksanakan dua shift yakni pagi dan siang. Seleksi ini dibentang serentak di 31 provinsi dengan total peserta 69.078 orang. Sementara, Rabu besok giliran 3.575 orang berebut kursi PNS Deptan.

Penanggung jawab rekrutmen Dr Ir Harniati MSc mengungkapkan, ini adalah seleksi kali ketiga yang dilakukan deptan untuk tenaga harian lepas. Sebelumnya, pada tahun 2006 Deptan telah merekrut 10 ribu tenaga harian lepas dengan tugas sebagai penyuluh desa. Tahun berikutnya 6.000 tenaga, dan tahun ini 10.000 tenaga untuk kebutuhan nasional. “Kebutuhan penyuluh tenaga harian lepas nasional mencapai 70 ribu orang. Harapannya, 2011 terpenuhi,” kata dia.

Khusus peminat wilayah Jatim menurut Harniati, rinciannya peminat lulusan SLTA 4.878 orang, D3 sebanyak 858 orang, D4 51 orang, serta S1 dan S2 4.451 orang.

Berdasarkan surat edaran Deptan, jika lulus para tenaga harian lepas tersebut akan dikontrak untuk masa kerja 10 bulan. Karena sifatnya tenaga harian lepas, maka tidak akan berlaku gaji tapi hanya honor. Besarnya, menyesuaikan anggaran tersedia. “Rekrutmen ini bukan tidak bisa dijadikan jaminan menjadi tenaga PNS. Kalau prestasi bagus, kontrak bisa diperpanjang,” terangnya.

Sebelumnya, lanjut ketua STTP Bedali, Lawang tersebut, para peserta melakukan pendaftaran via online. Untuk mendapatkan nomor register, STTP membuka loket dua hari penuh. Yakni, Sabtu dan Minggu (22-23 November) lalu. “Ada 100 soal yang diujikan. Terjaring dan tidaknya didasarkan ranking nilai. Peringkat 10 ribu teratas otomatis lolos,” tandas dia.

Lebih lanjut, rekrutmen besar-besaran tenaga harian lepas untuk pos penyuluh pedesaan dalam rangka menyukseskan program satu desa satu penyuluh. “Ini untuk mengawal program pembangunan pertanian. Khusus untuk wilayah pedesaan di kabupaten. Sedangkan, kota diabaikan karena dinilai cukup,” terangnya.

Harniati menambahkan, tes kali ini cukup ketat. Karena, sebelumnya panitia menemukan soal-soal tahun lalu beredar. Padahal, begitu tes usai, naskah soal langsung dimusnahkan. Selain itu, rekrutmen tahun lalu juga ditemukan beberapa orang joki. (nen/lia/radarmalang)

10.238 Orang Berebut Kontrak Penyuluh Lapangan

Angka pengangguran di Jatim ternyata masih belum berkurang. Buktinya 10.238 lulusan SMA hingga S1 Pertanian rela berbondong-bondong mengikuti seleksi Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) pertanian yang statusnya hanya sebagai karyawan kontrak selama 10 bulan. Sebagian besar peminat adalah wanita mulai dari yang masih lajang sampai yang sudah berumah tangga. Pelaksanaan ujian yang dilakukan di GOR Ken Arok, Senin (24/11), dibagi dua gelombang. Gelombang pertama, pada pagi hari khusus untuk lulusan SMA yang diikuti 4.878 peserta, sedang siangnya untuk lulusan D3, D4, dan S1 dengan total peserta 5.360 orang.

“Meski hanya 10 bulan, tetapi gaji yang ditawarkan cukup tinggi yakni di atas Rp 1,5 juta untuk lulusan S1. Apalagi ada isu kalau kontrak sudah diperpanjang 2 kali, kami bisa langsung diangkat jadi PNS, jadi anggap saja ini batu loncatan,” ungkap Wiwik Fahrina, ibu beranak dua yang mencoba peruntungan dengan mengikuti seleksi PPL Pertanian itu, Senin (24/11).

Menurut penanggung jawab pelaksanaan seleksi PPL Pertanian Jatim yang dipusatkan di GOR Ken Arok Malang, Dr Ir Harniati MSc, peminat untuk PPL Pertanian setiap tahun tak pernah berkurang. Apalagi setiap tahunnya PPL yang dibutuhkan semakin banyak.

Tahun ini secara nasional pemerintah membutuhkan 10.000 tenaga PPL Pertanian kontrak. “Namun tampaknya persaingannya semakin ketat. Sebab, total peserta ujian se Indonesia mencapai angka 69.078 orang. Otomatis proses seleksi yang dilakukan pusat akan sangat ketat,” tandas Ketua STTP Lawang itu.(st11/surya)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Kabupaten Malang, Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s