LBH Deadline Developer Akhir Januari 2009

Semakin tidak jelasnya kasus penipuan yang ditudingkan ke developer PT Griya Persada Asri membuat LBH Korpri berang. Karena itulah untuk mempresur dan segera ada penyelesaian antara developer dengan para korban, Ketua LBH (Lembaga Bantuan Hukum) Korpri Kabupaten Malang Purnadi mendeadline pengembalian uang kepada korban perumahan Graha Metro hingga akhir Januari 2009.

‘’Jika tidak bisa mengganti sejumlah kerugian kepada korban, maka PT Griya Persada Asri bakal digugat LBH Korpri. Batas waktu tersebut diberikan atas kontrak kerjasama yang ditandatangani Pengurus Korpri dan Pemilik PT tersebut,’’ ungkapnya kepada Malang Post kemarin.

Menurut Purnadi, hingga detik ini pihaknya belum pernah bertatap muka secara langsung dengan pemilik PT Griya Persada Asri. Katanya selama ini, pertemuan dihandle langsung oleh Ketua Panitia Perumahan Graha Metro Bambang H.E. Namun demikian, LBH menemukan bahwa pihak Perumahan mengaku tidak menerima sejumlah uang dari PNS. “Banyak yang mengaku tidak menerima uang pembayaran,” ungkapnya

SEmentara penelusuran Malang Post di lapangan menemukan fakta bahwa strategi PT. Griya Persada alias pengembang perumahan Graha Metro yang berlokasi di Pakisaji, Kabupaten Malang, untuk menggandeng Korpri sebagai mitranya terbukti sangat jitu. Tidak hanya puluhan PNS dari kabupaten yang telah tertipu mentah-mentah karena adanya bau Korps PNS. PNS dari sebuah instansi di Kota Malang juga turut menjadi korban.

Embel-embel Korpri yang dicatut pihak pengembang itulah yang menyebabkan AR, PNS sebuah instansi di Kota Malang untuk membeli satu unit rumah unit 36 milik Graha Metro.”Tahun lalu sebelum lebaran saya membayar uang mukanya,” papar wanita yang memiliki jabatan teras di satu intansi pemerintahan di Kota Malang ini.

Sebenarnya AR merasa sedikit ragu dengan perumahan tersebut. Keraguannya muncul karena mudahnya persyaratan serta ringannya cicilan dan harganya yang murah. Namun keraguan itu akhirnya tertepis sebab kerjasam pemborong dengan Korpri disebut berulang kali oleh pihak pengembang.

AR akhirnya memutuskan untuk mengambil 1 unit rumah dan membayar uang muka sebesar yang tertera di brosur. Dalam brosur Graha Metro, uang muka satu unit rumah tipe 36 dihargai sebesar Rp 7,5 juta. Sedangkan harga jual rumah berukuran 7 x 11 itu dihargai sebesar Rp 59, 8 juta.

Saat membayar uang muka, AR membayar uang kepada seorang pegawai pengembang yang bernama Ari Sulis. AR pun hanya menerima selembar kuitansi bukti pembayaran dirinya yang berisi jumlah uang muka serta stempel dari pemborong dan tanda tangan petugas penerima uang. ”Waktu itu saya dan anak saya membayar di kantor mereka di Ruko Jalan. Arief Margono itu,” beber AR menyebutkan lokasi kantor Graha Metro yang kini tutup dan tidak berpenghuni lagi.

Kepada AR, Ari Sulis menjanjikan rumah tipe 36 pesanannya akan selesai di tahun ini. Namun hingga sekarang, rumah yang dipesan itu belum juga dapat dilihat wujudnya. Bahkan pemborong Graha Metro pun kabur tidak jelas kemana rimbanya.

AR yang mulai curiga dan gelisah karena tidak ada kabar kelanjutan dari pemborongnya, segera datang ke kantor pengembang tempat dia membayar uang muka rumahnya. ”Sekitar tiga bulan setelah saya membayar UM, karena tidak ada kabar lagi saya datang ke Ruko di Jalan. Arief Margono,” ujar AR menyebut alamat kantor pengembang itu.

Kedatangan AR ke ruko tersebut ternyata sia-sia. Sejumlah pegawai yang ditemuinya mengaku tidak mengetahui tentang kelanjutan perumahan itu. Yang ada AR malah mengetahui jika pegawai tersebut belum digaji oleh bos mereka.

AR sempat beberapa kali datang ke ruko tersebut. ”Terakhir saya ke sana plangnya sudah diturunkan dan ruko sudah tutup,” beber AR sambil mewanti-wanti Malang Post untuk tidak mengorankan nama dan instansi tempat dirinya bekerja sekarang.(mp1/ary/lim) (Ary Wicaksono/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Kabupaten Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s