Mengganti Ketua SMF-RSSA Kurang Bijak

malangpost)

Suasana ruang tunggu pasien RSSA (foto:malangpost)

Aksi mogok kerja yang dilakukan sejumlah dokter di klinik SMF Mata RSSA Malang mendapatkan respon dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Malang. IDI menilai, aksi tersebut sangat manusiawi. IDI juga menilai, peletakan pejabat struktural sebagai Ketua SMF adalah tindakan yang kurang bijak.

Sekalipun jika dilihat dari sudut pandang lain, mogok kerja yang dilakukan staf SMF Mata itu, adalah hal yang kurang simpatik dilakukan oleh dokter.

‘’Memang hal tersebut juga tidak sesuai dengan kode etik kedokteran. Tapi masih bisa dianggap tindakan yang manusiawi,’’ ujar Dr Subagyo SpB (K)TKV, Ketua IDI Malang, ketika ditemui Malang Post dikantornya, SMF Bedah RSSA Malang.

Namun menurut dokter yang juga Kepala SMF Bedah di RSSA ini, tindakan tersebut juga merupakan indikasi bahwa dokter juga manusia.

Menurutnya, sebagai dokter, dirinya juga menyadari jika ada hal-hal tertentu yang menyebabkan belasan dokter di SMF mata melakukan aksi mogok. ‘’Mungkin mereka minta perhatian lebih dari manajemen RS, jadi saya pikir harap maklum saja,” imbuhnya.

Subagyo juga menegaskan, tindakan Direktur RSSA yang menempatkan seorang pejabat struktural sebagai Ketua Fungsional di SMF Mata, adalah tindakan yang kurang bijak. Alasannya, SMF adalah sekumpulan dokter dengan profesi yang sama. Secara otomatis, ketuanya juga bersifat fungsional, bukan struktural.

Sehingga, lanjut Subagyo, jabatan Ketua SMF berbeda dengan jabatan Ketua Instalasi atau Kepala Bagian yang lebih bertanggung jawab terhadap operasional dari bagian atau intalasi yang mereka pimpin.

Subagyo pun menilai, pengangkatan DR Dr Tahan Persaoran Hutapea, SpP sebagai pejabat sementara Ketua SMF Mata RSSA adalah kurang tepat. ‘’Selain bukan anggota dari SMF Mata, jabatan Ketua SMF bukan untuk pejabat struktural,’’ ujarnya. Saat ini, DR Hutapea adalah Wakil Direktur Pelayanan RSSA Malang.

Sementara itu, setelah sempat terjadi mogok kerja, Senin (24/11), kemarin kondisi operasional di klinik SMF mata masih berlangsung seperti sebelum terjadi pergantian.

Di ruang kerja Ketua SMF Mata, masih tampak Dr Safaruddin Refa beraktivitas. DR Hutapea belum tampak kesini hari ini (kemarin, Red.),’’ ujar Refa kepada Malang Post siang kemarin.
Rumor yang berkembang di SMF, seluruh anggota akan mengirimkan surat kepada Gubernur Jatim mengenai keputusan pergantian Ketua SMF yang dinilai tidak sesuai prosedur. Bahkan sejumlah dokter di klinik itu sedang mengumpulkan tanda tangan dari 15 dokter yang menyatakan penolakan mereka terhadap pergantian Ketua SMF.

Sejumlah dokter di klinik itu menganggap, sikap Direktur RSSA dalam mengganti Ketua SMF, telah menyalahi isi dari Surat Keputusan bersama antara Direktur RSSA dan Dekan FK Unibraw, yakni SK bernomor 075/1392/308/2205 mengenai tata cara pemilihan Ketua SMF dan Ketua SFT (Staf Fungsional Terkait) di lingkungan RSSA.

Dalam SK itu disebutkan, Ketua SMF harus memiliki keahlian yang sama. Ketua juga harus dipilih dari dan oleh anggota SMF itu. Ketua SMF pun harus berstatus tidak menjabat di jabatan struktural dilingkungan RSSA. Sehingga penunjukan DR Hutapea, secara jelas menyalahi sedikitnya tiga pasal dalam SK yang akan berlaku dari 2005 hingga 2009 nanti.

Tetapi anggapan itu langsung disangkal Drg Lalu Suparna. Sekretaris RSSA Malang ini menilai, prosedur yang diambil Direktur RSSA telah ada dalam SK yang sama. ‘’Kan dalam bab lain disebutkan beberapa peraturan mengenai penetapan Ketua,’’ ujar Lalu.

Pertimbangan mengangkat Hutapea sebagai ketua sementara, menurut Lalu juga telah melalui beberapa pertimbangan. Terutama sekali agar terjadi suasana yang kondusif di klinik itu.
Alasan lainnya, tandas dia, beberapa saat lalu keadaan di klinik mata tidak kondusif untuk pasien. Karena itu, Direktur RSSA mengganti Dr Refa. ‘’Jika sudah kondusif, tentu saja jabatan sementara akan usai,’’ imbuhnya. (mg-1/avi) (Pipit/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s