PPT Gagas Rumah Aman Korban Kekerasan

Masih maraknya kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kota Malang membuat Tim Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Penanganan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak yang Berbasis Gender Kota Malang terus melakukan terobosan. Dalam rapat kerja yang digelar kemarin, muncul gagasan untuk membuat shelter atau rumah aman bagi korban kekerasan.

Plt Kepala Bidang pemberdayaan Masyarakat dan keluarga Berencana (BPMKB) Kota Malang, Drs Pitono Yuliman mengungkapkan, ide tersebut muncul karena saat ini banyak korban kasus kekerasan yang kesulitan mendapat penanganan secara intens, mengingat ketiadaan shelter.

“Di Kota Malang, masih belum ada shelter atau rumah aman yang khusus diperuntukkan bagi korban kekerasan terhadap anak dan perempuan. Padahal keberadaan rumah aman tersebut sangat penting sebagai upaya untuk penanganan korban secara maksimal. Mulai dari sisi psikis hingga sisi hukum. Atas dasar itu, maka dalam waktu dekat ini perlu diusahakan pendirian shelter,” tutur Pitono pada Malang Post.

Data yang dimiliki oleh BPMKB, angka kekerasan anak dan perempuan di Kota Malang dari tahun ke tahun menunjukkan jumlah yang cukup tinggi. Tercatat di tahun 2005 terjadi 116 kasus. Peningkatan besar-besaran jumlah kasus kekerasan ini terjadi di tahun 2006, yakni mencapai 170 kasus. Di tahun 2007 jumlahnya sedikit menurun menjadi 161 kasus. Sedangkan hingga pertengahan tahun 2008 ini, jumlah kejadian yang tercatat sebanyak 76 kasus.

“Angka-angka yang kita sebutkan ini hanya kasus-kasus yang dilaporkan. Kalau jumlah sebenarnya bisa lebih banyak lagi. Kasus seperti ini sulit sekali dideteksi karena ada kecenderungan kejadian kekerasan dalam rumah tangga, baik itu terhadap anak maupun perempuan, bersifat tertutup. Apalagi banyak korban yang tidak mau melapor,’ kata Kabid PP dan UE BPMKB Kota Malang, Dra Winartiningsih MM.

Koordinator Bidang Hukum dan HAM Pusat Studi wanita (PSW) Unisma, Dra Hj Mutmainnah Mustofa MPd mengatakan, kekerasan perempuan merupakan fakta yang ada di depan mata dan krusial untuk ditangani. Karena itu keberadaan shelter sendiri sebenarnya harus ada di setiap daerah. Tidak peduli ada atau tidak ada kasus yang terjadi di daerah tersebut. Pasalnya keberadaan shelter diperlukan sewaktu-waktu.

“Harus ada dukungan dari DPRD, agar APBD Kota Malang mempunyai keberpihakan dalam hal ini. Peran serta DPRD akan dipositifkan besok (hari ini). Kalau memang oke, selanjutnya PPT akan merealisasikan rencana-rencana yang digagas dalam raker,” kata Mutmainnah ketika dihubungi Malang Post, kemarin sore.(nda/lim) (Adinda Zaeni/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s