Dibanding Polisi, Bodyguard Lebih Efektif

mad-bull
Keberadaan jasa pengamanan profesional (bodyguard), ternyata sudah sejak lama dimanfaatkan oleh masyarakat di Kota Malang. Kebanyakan pengguna jasa ini adalah even organizer (EO), karena mereka sering menggelar acara dengan mendatangkan artis-artis ibu kota atau luar negeri.

Liberian Sananwirya dari G-Production mengatakan, selama menggelar acara, EO-nya memang selalu mendatangkan keamanan dari pihak kepolisian.

Namun karena pengamanan itu tidak cukup jika hanya ditangani oleh kepolisian, ia selalu memanfaatkan jasa pengamanan profesional. Menurutnya, pengamanan yang dilakukan oleh bodyguard ini lebih efektif dibandingkan pengamanan yang dilakukan pihak kepolisian.

‘’Pengamanan oleh bodyguard pada saat menggelar acara, jauh lebih efektif. Sebab mereka bisa kita arahkan untuk mengamankan apa-apa yang dibutuhkan. Kalau pengamanan dari pihak kepolisian tidak bisa seperti yang kita minta dengan detail,’’ ujarnya.

Sebelum bertugas, pihaknya selalu melakukan koordinasi terlebih dahulu tentang tugas-tugas mereka. Selain mendampingi artis atau bintang tamu acara, beberapa orang juga bertugas di venue acara mengamankan penonton.

Dengan hasil kerja yang selalu memuaskan, G-Production pun tak keberatan membayar jasa profesional guard, sebutan lain dari bodyguard, ini lebih tinggi dibanding membayar uang keamanan pada pihak lain.
Setiap menggelar acara, Bram biasanya menyewa antara 25-30 orang dari agency professional guard yang sudah menjadi langganannnya. Di antara 25-30 professional guard ini, ia mengaku ada beberapa orang yang merupakan anggota TNI maupun atlet bina raga yang memiliki badan besar yang bergabung dengan agency tersebut.

Sama seperti G-Production, EO besar lainnya yang ada di Kota Malang, AD Production sejak berdiri juga tak pernah absen menggunakan pengamanan profesional.

Namun berbeda dengan G-Production, AD Production tidak menyewa professional guard dari agency tertentu. Frontman AD Production, Ade Herawanto mengatakan, AD Production memiliki tenaga pengamanan ini sendiri yakni, security engine AD Production.

‘’Anggotanya ada 50 orang. Setiap AD Production menggelar even, pasti mereka yang akan kita terjunkan untuk pengamanan, meski kita juga mendatangkan kepolisian,’’ tutur Ade.

Tugas-tugas untuk profesional guard ini biasanya adalah tugas-tugas yang tidak bisa dicover pihak kepolisian. Ade memberi contoh, misalnya menjemput artis dari bandara, mengawal artis selama di hotel hingga mendampingi mereka di stage.

Keberadaan mereka ini sebenarnya bukan untuk mengamankan, tetapi lebih kepada membuat suasana dan kondisi si artis lebih nyaman saat berada di Malang.

‘’Apalagi para professional guard ini tidak berseragam seperti polisi dan mereka bisa diajak bercanda oleh si artis selama mengawal mereka di Malang,’’ tuturnya.

Karena tidak hanya bertugas mengawal dan mendampingi artis, AD Production juga membekali para professional guard ini dengan product knowledge.

Sehingga ketika jasa mereka dibutuhkan untuk mengamankan peralatan musik di panggung, mereka tidak kagok lagi karena sudah mengerti peralatan musik yang akan digunakan untuk acara. (nda/avi)
(Adinda Zaeni/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s