Harga Kopi Robusta Melorot, Petani Sambat

Sumarmi, petani Kopi di Dusun Pancur Rejo Desa Talangsari Kecamatan Sumbermanjing Wetan menjemur biji kopi, saat ini harga komoditi itu melorot. (Bagus Ary Wicaksono/Malang Post)

Sumarmi, petani Kopi di Dusun Pancur Rejo Desa Talangsari Kecamatan Sumbermanjing Wetan menjemur biji kopi, saat ini harga komoditi itu melorot. (Bagus Ary Wicaksono/Malang Post)

Petani kopi robusta di Kabupaten Malang harus mengencangkan ikat pinggang karena harga komoditas itu menurun. Sementara itu, harga pupuk urea dan ZA malah merangkak naik. Padahal, harga jual kopi jenis robusta per kilogram tinggal Rp 16,5 Ribu dari harga awal Rp 20 Ribu per kilogram.

Sumarmi, petani Kopi jenis Robusta dari Dusun Pancur Rejo Desa Talangsari Kecamatan Sumbermanjing Wetan mengeluh penurunan harga itu. Pasalnya, disaat harga komoditi Kopi turun, dia terlanjur membayar harga pupuk yang terus merangkak naik. Bak tertimpa tangga, saat ini produksi Kopi menurun karena faktor cuaca.

“Lahan tanaman Kopi saya seluas 500 hektar, biasanya saya jual ke Sumbermanjing Wetan. Dulu Rp 20 Ribu, kini tinggal Rp 16,5 Ribu,” ujarnya sambil menjemur biji kopi di halaman rumahnya, kemarin.
Menurut, Sumarmi penurunan produksi kopi di lahannya bisa mencapai 30 persen. Itu akibat, banyak bunga kopi yang jatuh karena datangnya musim penghujan. Disisi lain, dia juga terkendala pengeringan kopi yang masih mengandalkan sinar matahari.

“Kopi ini tanaman tahunan yang membutuhkan dua kali pemupukan urea dan Za, sekitar 1,5 kwintal mas kebutuhannya,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Pemkab Malang Ir. Purwanto membenarkan hal itu. Menurut dia, penurunan harga komoditi Kopi itu disebabkan oleh krisis Global. Selama ini kopi di ekspor ke Eropa dan AS dengan realisasi per November ini sekitar 500 ton (jenis Robusta).

“Saya dapat laporan PT Asal Jaya bahwa realisasi ekspor mencapai 500 ton. Meski harga turun saya jamin eksportir tetap membeli kopi dari petani,” janji Purwanto.

Menruut Purwanto, tahun lalu realisasi ekpor Kopi Robusta hanya mencapai 200 tonm. Hal itu karena para petani menjual komiditinya secara mandiri. Saat ini, Dinas telah membentuik kelompok tani dengan target realisasi lebih besar.

“Kalau pupuk dimana-mana memang mahal, untuk itu kita harap subsidi kita meningkat pada tahun 2009 mendatang, hingga 54 ribu ton,” pungkasnya.(ary/eno)(Ary Wicaksono/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Kabupaten Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s