Kuliah Entrepreneurship dengan Langsung Buka Usaha ala Ma Chung

Kerjakan saat ini juga. Itulah prinsip wirausaha. Dan, prinsip tersebut diaplikasikan dalam mata kuliah entrepreneurship di Universitas Ma Chung.

Para mahasiswa yang mengambil mata kuliah bisnis ditugaskan membentuk “perusahaan mini”. Di perusahaan itu, mereka menentukan jenis produk dan tanpa banyak teori langsung berjualan atau berbisnis. Teori-teori bisnis diberikan di sela-sela para anggota kelompok menjalankan roda usahanya.

Salah satu perusahaan mini yang dibentuk para mahasiswa mata kuliah bisnis adalah Excellence. Perusahaan tak resmi itu punya sembilan komisaris. Seorang ditunjuk sebagai direktur dan lainnya manajer. Karena yang mereka cari adalah ilmu berwirausaha, sembilan personel itu juga merangkap salesman untuk barang yang mereka “mainkan”.

Hingga para mahasiswa itu menjalani semester tiga, perusahaan itu telah berhasil membuka stan kecil berukuran 3 x 2 meter di MOG. Kemarin, para mahasiswa itu bergantian menawarkan produk pakaian remaja kepada para pengunjung mal. Tak sedikit pengunjung yang menolak mampir ke stan mereka. Meski sedikit kecewa karena pengunjung menolak mampir ke stannya, para mahasiswa itu tak putus asa. “Mampir Bu. Baju batik untuk bapak. Murah. Kainnya bagus lagi,” ungkap Stefanus Ricky, direktur Excellence yang kemarin nyambi jadi sales.

Pelajaran mengawali usaha dari nol itu memakai satuan semester. Semester pertama adalah pelajaran sales, omzet, dan realisasi. Setelah perusahaan terbentuk, setiap anggotanya harus menjual barang apa pun untuk mencapai omzet. Barang yang dijual bisa dikulak dari tempat lain. Yang pasti, semua anggota harus menjalankan direct selling (menjual langsung). “Kami menjajakan bad cover, sprei door to door. Pokoknya barang apa saja kami jajakan. Sampai pernah dikejar anjing karena agak maksa,” kata Asih Utari, salah seorang mahasiswa.

Pada semester dua, pelajarannya adalah memproduksi barang yang inovatif atau benar-benar baru. Mereka memilih makanan karena relatif mudah untuk berinovasi. Hasil produksi itu juga harus dijual secara langsung seperti halnya pelajaran pada semester pertama. “Dari dua semester itu, kami bisa mengumpulkan laba sekitar Rp 5 juta,” ucap Ricky.

Saat menginjak semester tiga ini, pelajaran yang diperoleh adalah marketing. Mereka harus bisa memasarkan produk yang dipilih, bisa bersaing di pasaran, dan menghadapi risiko. Selain itu, mereka dituntut memikirkan keberlangsungan usaha dan menghadapi ketidakpastian pasar. Pokok-pokok bisnis itu dijalankan salah satunya dengan membuka stan.

Sudah 25 hari stan yang menjual baju remaja lelaki di MOG itu dibuka. Modal awal Rp 10 juta untuk sewa stan sebulan dan membeli barang dagangan. Saat ini mereka mengaku telah mencapai omzet Rp 5 juta. Meski belum menutup modal usaha, para “pengusaha” itu berniat untuk meneruskan bisnis bajunya. “Kami akan perpanjang stan sebulan lagi. Bertahan atau tidak, masih ada waktu sebulan lebih,” ujar Ricky optimistis. (yos/yn/radarmalang)

Iklan

1 Komentar

Filed under Malang, Pendidikan

One response to “Kuliah Entrepreneurship dengan Langsung Buka Usaha ala Ma Chung

  1. di tengah lowongan kerja yang semakin kurang, sebaiknya harus dipikirkan bagaimana berwirausaha. Salam kenal :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s